Kegiatan Sosialisasi Pelayanan Satu Pintu (PTSP) di Wisma Widya Buah, Topoyo, Mamuju, Senin, 14 Mei 2018. Tampak selaku pemateri, salah satunya, Sekkab Mamuju Tengah H. Askari (tengah). (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Pada Senin pagi hingga siang, 14 Mei 2018, di kota Topoyo, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, berlangsung kegiatan Sosialisasi Pelayanan Satu Pintu (PTSP). Temanya, Optimalisasi Peran PTPS Dalam Mendukung Percepatan Pelaksanaan Dalam Berusaha yang Bebas Korupsi.

Kegiatan sosialisasi ini dipandang penting karena masyarakat umum masih banyak yang belum mengetahui mekanisme pengurusan izin usaha.

Peserta sosialisasi ini, antara lain, para Camat se-Mamuju Tengah, Kepala-kepala Desa, UPTD Tkhnis, pelaku usaha, dan Kepala Perizinan.

Sekretaris Pemkab Mamuju Tengah Askari yang hadir membuka kegiatan sosialisasi ini.

Menurut Ketua Panitia Husni Yusuf, diharapkan kegiatan ini ke depan dimaksimalkan dari kalangan masyarakat, karena saya melihat hari ini minim sekali masayarakat yang hadir.

“Kegiatan sosialisasi PTSP ini dirancang sejak awal tahun, tapi baru bisa terlaksana saat ini karena beberapa kendala, di antaranya kesiapan narasumber dari Pemprov Sulawesi Barat,” sebut Husni Yusuf.

Dan terkait masalah fungsi, menurut Kepala Dinas PTSP Salman Ali, dengan sosialisasi ini agar peserta bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan sekaligus bisa mengaplikasikan.

“Tanpa diaplikasikan hasil sosialisasi ini, tidak akan bermanfaat dan tidak berarti. Karena selama ini mengurus izin itu masyarakat anggap sepele,” kata Salman Ali.

Pada umumnya, katanya, masyarakat kita nanti mengurus izin jika ada desakan atau menginginkan sesuatu dari pemerintah, contohnya izin usaha.

Ketua Panitia Husni Yusuf. (Foto: Ruli)

“Jadi kami sangat mengharapkan agar masyarakat dapat memahami, bahwa hampir semua pengurusan izin usaha gratis kecuali IMB dan surat nikah,” kata Salman Ali.

Saat beri sambutan, Sekkab Mamuju Tengah Askari, mengatakan bahwa instansi-instansi yang terlibat dalam memberikan izin harus memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat bahwa kita di Mamuju Tengah sudah ada dinas yang namanya PTSP.

Ia juga menginginkan pelayanan tidak boleh berbelit-belit. Askari berharap agar sosialisasi ini harus sampai ke masyarakat.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR