Bupati Mamuju Tengah HM Aras Tammauni menyerahkan bantuan pertanian kepada sejumlah petani, Tobadak, Kamis, 31 Mei 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Banyak orang datang ke aula rumah jabatan Bupati Mamuju Tengah (Mateng) di Tobadak pada Kamis pagi, 31 Mei 2018.

Orang banyak yang datang itu adalah yang berprofesi sebagai petani. Mereka datang tak sekadar hendak bertemu bupatinya, HM Aras Tammauni.

Tujuan utama mereka datang ke Tobadak—basecamp Aras Tammauni sekaligus tempat rumah jabatan bupati—untuk menerima bantuan pertanian dari Kementerian Pertanian yang diserahkan oleh Bupati Mamuju Tengah itu.

Dari semua kecamatan yang ada di Mamuju Tengah terwakili, atau petani se-Mamuju Tengah.

Dalam pengarahannya, Bupati Aras Tammauni bilang, Mamuju tengah adalah salah satu daerah yang mendapatkan bantuan terbesar dari Kementan Pertanian di Sulawesi Barat selama 2017 dan 2018.

Sebagai daerah otonomi baru di Sulawesi Barat, sebut Aras, kita patut berbangga sebab daerah ini telah menjadi daerah percontohan, bahkan untuk di wilayah Sulawesi.

“Semua itu karena dari sektor pertanian, di antaranya komoditi jagung,” sebut Aras Tammauni.

Mamuju Tengah, menurut bupati Aras, menjadi pemasok jagung terbesar di Sulawesi Barat, dan ia akui, “Bahkan mencapai 80 persen kebutuhan jagung, ya, dari sini, Mamuju Tengah.”

Foto bersama seusai penyerahan sejumlah bantuan pertanian kepada petani di Mamuju Tengah. (Foto: Ruli)

Kesuksesan petani jagung di sini, kata Aras, tiada lain lantaran petani dan masyarakat Mamuju Tengah kreatif memanfaatkan lahan sawit dan sepetak pekarangan rumah mereka ditanami jagung.

“Tanam jagung dengan sistem tumpangsari. Ini yang diapresiasi oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman ketika berkunjung ke Mamuju Tengah belum lama ini,” urai Aras Tammauni.

Sang Menteri, kata Aras lagi, bangga pada masyarakat dan Pemkab Mamuju Tengah sebab telah berhasil menyulap Mamuju Tengah sebagai daerah baru di Sulawesi Barat yang mampu jadi pemasok kebutuhan jagung.

Sebelum acara penyerahan bantuan itu berakhir, Aras Tammauni tak lupa sampaikan.

“Saya himbau kepada petani agar tidak menyalahgunakan kepercayaan yang selama ini diberikan. Terutama bantuan yang selama ini disalurkan, dikelola dengan baik agar memperoleh hasil yang melimpah,” harap Aras.

Suara HM Aras Tammauni meninggi ketika sebut begini, “Jika ada oknum yang menyalahgunakan kepercayaan, seperti menjual nama saya, maka saya tak segan-segan mencebloskan ke penjara karena telah merusak kepercayaan yang diberikan.”

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR