Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju Tengah Hj. Irha Djamaluddin. (Foto: Ishaka M. Toib)

Digagas oleh komunitas Pemuda Pesisir, kini jadi objek wisata bahari yang menarik.

TRANSTIPO.com, Topoyo – Minggu, 6 Mei, sekitar pukul 09.00 WITA, suhu udara sekitar Pantai Batu Rede agak cerah. Meski kondisi alam ini tidak sama saat Sabtu sore dan malam, di mana kota Topoyo dan kawasan Benteng Kayumangiwang, tempat berlangsungnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) diguyur hujan.

Batu Rede, begitu nama yang dinobatkan oleh Pemuda Bahari. Perkumpulan sederhana ini adalah sebuah komunitas generasi muda yang menggagas objek wisata pantai yang kini telah menjadi buah bibir masyarakat. Dengan itulah, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah langsung beri apresiasi yang tinggi.

“Kawasan pantai bahari ini awalnya digagas oleh komunitas Pemuda Bahari yang ada di desa ini,” kata Ince Amran Thahir, Kepala Desa Budongbudong, Kecamatan Topoyo.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Sulawesi Barat Muhammad Karim (kedua kanan). (Foto: Ishaka M. Toib)

Memang, dari 5 kecamatan yang ada di Mamuju Tengah, hanya Kecamatan Topoyo yang memiliki wilayah pesisir. Bahkan, dari 54 desa/kelurahan yang ada, Desa Budong-Budong memiliki kawasan objek wisata pantai yang potensial.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju Tengah Hj. Irha Djamaluddin pun mengakui dan memberikan apresiasi yang tinggi atas kreativitas komunitas Pemuda Bahari yang ada di Desa Budong-Budong ini.

“Dari 5 kecamatan atau 54 desa di Mamuju Tengah, hanya objek wisata pantai Batu Rede di Desa Budong-Budong ini seakan telah disulap sebagai kawasan wisata yang langsung mendapat respon luar biasa dari masyarakat maupun pemerintah daerah. Saya memberikan apresiasi positif atas upaya Kepala Desa Budong-Budong dan Pemuda Bahari,” puji Hj. Irha Djamaluddin.

Foto bersama di Pantai Batu Rede, Desa Budong-Budong, Topoyo, Mamuju Tengah, Minggu, 6 Mei 2018. (Foto: Ishaka M. Toib)

Mantan Camat Topoyo ini berharap agar masyarakat sekitar utamanya komunitas Pemuda Bahari dapat membuat rasa nyaman, aman terhadap siapa saja pengunjung kawasan Batu Rede. Yang lebih penting juga agar melakukan sosialisasi agar generasi muda menjauhkan diri dari narkoba.

Melihat upaya Pemuda Bahari inilah, sehingga organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin Hj Irha membuka ruang saling sharing agar pengembangan kawasan ini ke depan makin mendapat kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan domestik atau wisatawan lokal.

“Bukan tidak mungkin akan mendapat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” sebut Irha.

Batu Rede memang memiliki luas kawasan sekitar 4 kilometer. Pesona pantai ini menjanjikan. Kapal-kapal nelayan di sekitar pantai terlihat dengan jelas.

Bahkan, Kepala Desa Budong-Budong menambahkan, ada potensi alam yang tersembunyi di dekat kawan ini, yaitu di salah satu sungai sebelum menuju Batu Rede. Di sekitar jembatan ada sebuah batu yang selalu memunculkan gelembung air.

“Tapi, gelembung air tersebut sepertinya mendidih namun airnya tidak panas,” cerita Ince Amran Thahir.

Dinas Pariwisata Sulawesi Barat pun menyambut positip upaya yang dilakukan Pemuda Bahari di desa tersebut. Kerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mamuju Tengah serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, maka dilangsungkanlah sebuah kegiatan bertema Aksi Pesona Pariwisata di pantai ini.

Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Sulawesi Barat Abdul Hafid mengatakan, aksi ini sebagai salah satu upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan pariwisata.

Sekitar 200-an peserta yang terdiri atas kelompok Sadar Wisata, masyarakat sekitar Desa Budong-Budong yang notabene adalah pemerhati pariwisata mengikuti aksi ini. Termasuk sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Ince Rahman, juga hadir Sekretaris Dinas Pariwisata Sulawesi Barat Mahmud.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Barat Dr. Yakub F. Solon dalam pengarahannya yanag diwakili Muhammad Karim mengatakan, Aksi Pesona Wisata di Batu Rede ini merupakan agenda yang ketiga kalinya dilaksanakan oleh Pemprov Sulawesi Barat. Sebelumnya telah pernah dilakukan dilakukan di Polewali Mandar dan Mamasa.

Bersih-bersih bersama di Pantai Batu Rede, Desa Budong-Budong, Topoyo, Mamuju Tengah, Minggu, 6 Mei 2018. (Foto: Ishaka M. Toib)

“Salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan pengembangan objek wisata yang ada di daerah, yaitu adanya legalitas hukum yang jelas atas tanah atau lokasi yang menjadi tempat objek wisata. Harus ada surat hibah. Syarat kedua, daerah harus mempunyai rencana induk pembangunan daerah. Juga ada data jumlah pengunjung yang harus disampaikan dalam setiap bulan,” kata Muhammad Karim, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Sulawesi Barat.

Aksi Pesona Wisata ini dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih kawasan pantai. Selain itu, Pemprov Sulawesi Barat memberikan bantuan pohon pelindung untuk ditanam di kawasan ini.

Juga ada bantuan seperti tempat sampah, sapu lidi dan papan kuliner. Di tempat sejak dibukanya empat bulan terakhir ini sudah muncul sekitar belasan kios yang menyediakan kuliner dan kelapa muda serta berbagai jenis minuman ringan.

ISHAKA MUHAMMAD TOIB

TINGGALKAN KOMENTAR