Jupri adalah warga Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.COM, Tobadak – Lelaki Jupri (38) berdiam di rumahnya pasrah belaka. Hatinya teriris pilu. Bantuan sosial hanya menyambar daun telinganya. Ia juga berharap diberi bantuan seperti warga tak mampu lainnya di masa pandemi Covid-19 ini.

Jupri adalah warga Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

Jupri tumpahkan keluhan kepada kru laman ini lantaran sejak adanya bantuan sosial tunai dari desa, kabupaten, provinsi hingga pusat, keluarganya tak kebagian sedikitpun.

Uppik sapaannya kini sudah tak bekerja. “Kami hidup dalam kondisi begini. Tinggal di tempat sederhana ini. Kami harap pemerintah bantu kami,” kata Uppik pada Minggu, 26 Juli 2020.

Menurut Uppik, pernah kami didata untuk dikasi bantuan tunai oleh pihak RT.

“Beberapakali pihak RT maupun desa mintai biodata saya dan istri, seperti KK dan KTP. Pendata janji kami akan dapat bantuan tunai, tapi sampai sekarang tidak adaji juga,” keluh Upik.

Dengan begitu, ia sampai ‘berburuk sangka’.

“Sepertinya ada yang permainkan data karena ada yang layak tapi tidak kenak, sebaliknya, ada yang mapan mala kenak,” ujar Uppik.

Rumah yang ditempati Uppik bersama keluarganya berada di Tobadak, terbuat dari kayu, berukuran 3×5 meter. Istrinya kerja di rumah saja.

Jaminan makan sehari-hari keluarga ini berada di pundak Uppik dengan bertopang dari kerja serabutan.

“Sekarang lebih banyak nganggur di rumah pak. Pernah dulu kontral di RSUD Satelit tapi keluar saat corona,” ujarnya.

Di Tobadak, Uppik tak sendiri. Beberapa orang di sekitar tempat tinggalnya mengalami nasib yang sama.

Di rumah hasil pinjaman dari kerabatnya itu, istri Uppik, Sawang Hariani (29), membenarkan keterangan suaminya itu.

Dikonfirmasi ke pihak pemerintah desa. Sekretaris Desa Tobadak, Ketut Udiana mengatakan, pihak desa sudah mengusulkan ke pemda terkait beberapa warga yang belum dapat bantuan.

“Anggaran desa kuotanya tidak mencukupi, data ini kita tidak bisa rubah atau alihkan lagi, datanya sudah di pusat, data warga juga melalui RT,” kata Ketut, Minggu, 26 Juli.

Ketut berharap, “Mudah-mudahan usulan ini pemda masih bisa diusahakan, karena kita hanya sebatas mengusulkan.”

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR