Keluhan Topoyo, Tabung Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Mahal

196
Tabung gas elpiji 3 kg langka dan mahal di Topoyo dan Tobadak, Mateng. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Langka dan semakin mahal harga tabung gas elpiji 3 kg di pengecer, mencapai Rp35 s.d. Rp40 ribu per tabungnya.

Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg ini terjadi sejak sepekan lalu hingga kini, Sabtu, 17 Juli 2021.

Seperti yang diungkapkan Padafa alias Papa Dafa, warga Dusun Ngapaboa, Desa Topoyo, Kabupaten Mateng, siang tadi, Sabtu, 17 Juli saat membeli tabung jenis melon ini.

Dirinya mengaku tabung jenis itu sangat susah didapatkan, baik di agen langsung maupun di eceran, ditambah lagi kata dia, harganya pun semakin mahal mencapai Rp35 sampai Rp40 ribu/tabungnya.

“Dari tadi saya sudah datangi mungkin sudah semua agen, tapi tidak ada, sudah juga saya keliling ke pengecer dari ujung ke ujung tapi tidak ada. Bahkan di pasar saya suda kelilingi, semua kosong,” ujarnya kepada laman ini, Sabtu 17 Juli.

“Kebetulan ini saya dapat satu. Ini juga saya tidak nyangka akan ada di kios itu, karena tidak kelihat dipajang, saya coba-coba aja nanyak, eh ternyata ada, tapi naik lagi 35 ribu, padahal dua minggu yang lalu kalau tidak salah masih ada yang jual 25 ribu rupiah,” ujarnya.

“Banyak sekali naiknya,” keluhnya.

Di tempat berbeda di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mateng, justru tabung jenis ini lebih mahal, mencapai 40 ribu/tabungnya.

Hal ini diakui Irsam, Warga Tobadak, pada laman ini, saat dirinya membeli jenis tabung tersebut di salah satu toko eceran di Tobadak, dengan harga Rp40 ribu/tabung.

“Saya beli di toko eceran dekat pasar Tobadak, kagetka harga Rp40 ribu,” kata Irsam.

“Bahaya tabung sekarang sudah Rp40 ribu, apa mungkin karena mau lebaran,” ujar Irsam bertanya-tanya.

Alasan penjual kenapa dijual begitu, karena dia sendiri katanya yang jemput di Polohu, Desa Babana, di agennya.

“Naambilkan katanya Rp35 ribu/tabung, jadi naecer juga Rp40 ribu,” papar Irsam.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR