Ibu Ariani, yang sedang terbaring, adalah pasien yang menderita pendarahan yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Mateng, Jumat, 21 Desember 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Pada Kamis malam, 20 Desember 2018, sekitar pukul 23.00 WITA, salah seorang warga di Topoyo yang bernama Ariani dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Mamuju Tengah (Mateng).

Dikonfirmasi kepada Aris, keluarga ibu Ariani ini, yang mengatakan bahwa Ariani mengalami pendarahan sesudah ia mengangkat beban yang berat di rumahnya. Sayangnya, keluh Aris, sudah beberapa jam di rumah sakit tersebut namun tidak ada dokter yang menangani.

“Saya kecewa dengan penanganan di rumah sakit ini, lamban dan tidak memuaskan. Kita membutuhkan dokter tapi sering tidak ada di rumah sakit. Terus terang kejadian ini sudah dua kami alami seperti ini. Yang pertama orang tua kami dulu pernah masuk di rumah sakit ini tanpa adanya penangan dari dokter. Sedikit-sedikit akan rujuk, dan yang rawat hanya perawat dan bidan. Seharusnya penyakit seperti ini kan dokter yang periksa, agar kita juga merasa puas,” jelas Aris, keluarga dekat pasien Ariani.

Menurut Aris, saat dirinya menanyakan keberadaan dokter di rumah sakit itu, penjelasan ia yang peroleh dari tenaga perawat menyebutkan bahwa dokter sedang berada di luar kota.

Padahal, sebut Aris lagi, penyakit pendarahan yang diderita sang istri Irfan itu seharusnya dokter yang tangani.

Dari keterangan ibu Ika, salah seorang Bidan di rumah Satelit itu, dirinya menyebutkan bahwa pak dokter Yusran, dokter di rumah sakit itu, entah di mana berada. “Kami tidak tahu kapan beliau datang lagi,” ujar Ika.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Mateng dr. Patunrengi, Jumat, 21 Desember 2018. (Foto: Ruli)

Saat dikonfirmasi Direktur RS Satelit Mateng dr Patunrengi di ruang kerjanya pada Jumat, 21 Desember 2018, terkait keluhan keluarga pasien ibu Ariani yang mengalami pendarahan tersebut, dr Patunrengi mengatakan, bukannya pihak kami tidak mau menangani.

“Memang, pihak pasien dan umumnya masyarakat, termasuk pihak rumah sakit sering terjadinya salah persepsi. Perlu masyarakat serta pasien ketahui keadaan dan kondisi di RSUD Satelit saat ini. Dokter yang ada di sini ini terbatas, hanya 1 orang. Kami memang kekurangan dokter. Sudah hampir 2 bulan ini dr Yusran, dokter yang ada di rumah sakit, tinggalnya di Mamuju kota. Jadwal kontrak kerjanya terbatas, hanya dua kali seminggu, yakni hari Rabu dan Jumat saja. Dan, kami sudah hubungi beliau terkait pasien ini, tapi beliau kebetulan tidak bisa datang karena berhalangan. Tapi insyAllah secepatnya akan datang,” jelas dr. Patunrengi kepada laman ini.

Dari penjelasan bidan kami, sebut dr. Patunrengi, katanya sudah tangani pasien Bu Ariani tersebut. “Sudah diberi obat sesuai penyakit pasien dan sudah pasangi infus sesuai yang dibutuhkan pasien,” terang Patunrengi.

Menurutnya, sebenarnya bukan hanya dokter saja yang bisa menangani pasien yang ada di sini, tetapi bidan-bidan kami juga bisa menangani pasien. Disamping itu perawat dan bidan juga itu adalah tangan dan penyambung apabila dokter kebetulan ada halangan.

Dan masalah rujukan yang ditawarkan ke pasien oleh perawat dan bidan kami yang bertugas, sebut dr. Patunrengi, itu perintah langsung dari atasannya, dr Yusran.

“Sesuai pengecekan kesehatan kepada pasien ini, yang mereka lakukan itu, hasil pengecekan itu dilaporkan ke atasannya. Dari atasannyalah yang menganggap pasien ini perlu dirujuk. Bukan kami asal rujuk saja. Jadi mereka itu sudah sesuai intruksi dari dokter,” terang dr. Patunrengi.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR