Di Masa Pandemi, Bundes Wisata Khaymoto Sedikit Membantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat

278
Ket. Foto : Masri Ridwan Pencetus (ide) Bundes Wisata Khaymoto yang berda di desa Topoyo, kabupaten Mateng, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), (Arisman).

TRANSTIPO.COM, Topoyo – Di masa Pandemi Covid 19 keberadaan wisata Khaymoto yang berada di desa Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), dalam hal pemulihan ekonomi masyarakat dapat  sedikit mengimbangi dengan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara nasional.

Hal itu diungkapan pelaksana tugas (Plt) Masri Ridwan Kepala desa (Kades) Topoyo kepada  kru Transtipo saat ditemui ditempat wisata Khaymoto. Senin, 08 November 2021.

“Alhamdulillah keberadaan Bundes Wisata Khaymoto  dapat sedikit membantu pemulihan ekonomi masyarakat ditingkat desa khususnya desa Topoyo dengan diberlakukannya PPKM secara nasional,” ungkap Masri.

Masri menuturkan di masa pandemi ini, dalam hal pelayanan kepada pengungjung tentunya yang pertama sekali kita lakukan yakni selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes), seperti penggunaan maskes baik pengunjung maupun kariawan yang bekerja terlebih lagi pihak pengelola wisata juga disetipa sudat menyiapka tempat cuci tangan bagi para pengunjung yang ingin hendak masuk berkunjung.

“Pelayan yang diberikan tentu harus mematuhi Prokes, demi keselamatan bersama,” papar Masri yang merupakan perancang ide terbentuknya Bundes Wisata Khaymoto itu.

Masri melanjutkan, selain dapat membantu memulihkan sedikit ekonomi masyarakat di desa Topoyo, kita  juga bersyukur karena ada desa tetangga yang membuka usaha kuliner di wisata yang kami bagun.

“pesan kami kepada semua pengungjung agar selalu mematuhi Prokes, dan mematuhi himbauwan pemerintah seperti melakukan vaksinasi bagi masyarakat yang betul – betul bisa divaksin,” tutup Masri

Diketahui jika Bundes Wisata Khaymoto berdiri sejak tahun 2019, yang merupakan ide atau inovasi desa dari Pak Masri selaku Plt kades Topoyo, dimana ide atau ilmu ia dapatkan saat melakukan studi banding dibeberapa wilayah di Indonesia termasuk  juga belajar secara otodidak melalui aplikasi Yutub.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini