Wakli Bupati Mamasa Martinus Tiranda, saat memberikan sambutan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, di Halaman Kantor Kemenag Kabupaten Mamasa. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, untuk memupuk tali silaturrahmi, meningkatkan keimanan serta ketaqwaan.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw, diselenggarakan di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Mamasa, dihadiri Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda, Sekertaris Daerah Kabupaten Mamasa Ardiansyah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mamasa Imran Kakesa, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, serta sejumlah pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Mamasa. Kamis 9 Januari 2020.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, Kamis 9 Januari 2020. (Foto: Wahyu)

Hadir pula Imam Mesjid Agung Syuhada’ Polewali Mandar Said Fadly Al-Mukarrama, memberikan hikmah Maulid Nabi yang bertema “dengan maulid kita tingkat kebersamaan dan moderasi beragama dalam membangun bangsa dan negara”.

Sebelumnya, pada Rabu 8 Januari Malam, di tempat yang sama Kemenag Kabupaten Mamasa juga melaksanakan perayaan Natal bersama, hingga pada pagi harinya peringatan Maulid Nabi pun berlangsung.

Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kemenag Kabupaten Mamasa yang mampu melaksanakan dua kegiatan keagamaan di waktu yang berdekatan.

Dikatakannya, hal ini membuktikan masyarakat Kabupaten Mamasa mampu menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.

Martinus bilang, pemerintah daerah turut berbangga pada realitas yang kian terjaga di Mamasa, ia berharap, kondisi seperti ini dapat dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan lagi.

Martinus Tiranda berharap, sesekali Mentri Agama hadir di Kabupaten Mamasa agar dapat menyaksikan secara langsung tentang sikap toleransi, dan kerukunan antar umat beragama yang lahir secara tulus, bukan hanya retorika.

“Kabupaten Mamasa adalah Indonesia yang sesungguhnya dimana masyarakatnya berbeda-beda suku dan agama namun sikap toleransi antar umat beragama sangat kuat,” kata Martinus Tiranda dalam sambutannya pagi tadi.

Karena itu kata Martinus, untuk meningkatkan keimanan perlu adanya kesadaran pada diri sendiri bukan hanya diucapkan tapi juga diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

“Tidak adanya agama yang mengajarkan kebencian dan permusuhan, tapi semuanya mengajarkan tentang kebaikan, itulah yang dipegang erat masyarakat Kabupaten Mamasa hingga hari ini, semoga tetap dipertahankan dan lebih ditingkatkan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Mamasa Imran Kakesa mengatakan, Nabi Muhammad Saw adalah suri tauladan bagi umat Islam, oleh karena itu kata dia, umat muslim harus meneladani beliau dengan meningkatkan keimanan dan pengetahuan agama.

Selain itu ia juga menitik beratkan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW, sebagai sosok yang luar biasa, baik dalam perilaku maupun ibadahnya.

Kata Imran, sebagai pengikut Nabi Muhammad, prilaku keseharian harus berakhlak antar sesama manusia, bukan hanya sesama agama saja.

“Jadi kita tidak boleh membeda-bedakan agama untuk  bersilaturrahmi, karena sesungguhnya orang yang baik agamanya adalah orang yang menjunjung tinggi perbedaan, dan menjaga sikap toleransi dengan baik,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR