Ridwan Alimuddin, sedang mengayuh sepeda untuk Ekspedisi Bumi Mandar III, rute Pambusuang - Polewali - Mamasa - Mambi - Mamuju - Pambusuang dengan jarak tempuh sepanjang 400 kilometer. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.COM, Mamasa – Petang ini, baru berbilang menit yang lalu, tungkai kaki Muhammad Ridwan Alimuddin menyentuh tanah dingin Mambi, Kabupaten Mamasa.

Ia datang tak sekadar memesonakan kecapaian kayuh sepeda sejauh berpuluh-puluh kilometer sejak meninggalkan pantai Mandar, beberapa hari lalu.

Ridwan datang di tanah pegunungan Sulawesi Barat mengenalkan Perahu Pustaka dus geliat literasi dan sekalian ekspedisi kultur dan geografi.

Jika tak ada aral, esok, Sabtu, 24 Juli 2020, Ridwan Alimuddin agak berbicara dalam kegiatan ‘kenali dekat’ Literasi untuk warga kampung di Mambi, Kelurahan Mambi.

(Ralat: DIskusi Literasi dilaksanakan di ruang laboratorium SMPN 01 Mambi pada Jumat, 24 Juli 2020, dimulai pada pukul 20.00 – 23.OO WITA).

Lembaga yang memfokuskan diri pada tumbuh, kenali, dan giat dunia literasi, salah satunya baca tulis dan berpikir dengan nalar dan  logika.

Petahu Pustaka telah bergerak jauh: pesisir pantai, pulau-pulau kecil, dan ke pegunungan Sulbar.

Pambusuang, Mandar-Sulawesi Barat (Sulbar), adalah tempat titik awal “roh gerakan” literasi ini hadir.

Muhammad Ridwan Aminuddin, yang juga Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar, bersama sejumlah anak-anak Mandar terus galakkan literasi.

Ia turun mendorong dan mengedukasi anak-anak pinggiran. Masyarakat yang rentan pada literasi, ia suguhkan segala bahan bacaan secara gratis.

Bahkan, sudah tak terhitung kampung, desa dan daerah di tanah Sulawesi ia pijak untuk sebarkan kemanfaatan sosial-intelektual ini.

Energi Ridwan terlampau besar: semangat dan komitmen hendak melihat masyarakat Mandar di mana pun berada untuk melek ilmu pengetahuan.

Ridwan Alimuddin, sedang mengayuh sepeda untuk Ekspedisi Bumi Mandar III, rute Pambusuang – Polewali – Mamasa – Mambi – Mamuju – Pambusuang dengan jarak tempuh sepanjang 400 kilometer. (Foto: Istimewa)

Jika Perahu Pustaka sejak berdirinya beberapa tahun lalu diidentikkan dengan jazirah pantai dan pulau-pulau terluar, kini Ridwan “membantahnya” dengan mendaki ke kaki gunung yang tinggi pada jarak tempuh yang… alamak, cukup panjang: ratusan kilomemer.

Awal pekan lalu, ia naik gunung dengan mengayuh sepeda.

Meninggalkan kota Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), lalu mengayuh sepeda tiada terkira hingga ke pucuk Gunung Pasapa’, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa.

Jalan tanjakan dengan kemiringan yang saat berada di ketinggian, terlihat kecil pepohonan yang rindang di lereng pada kedua sisi jalan selama mendaki. Entah bagaimana Ridwan mengolah nafas dan otot saat melintasi jalan aspal tua yang berlubang hingga tiba di puncak Pasapa’ itu.

Seterusnya, ia menyusuri jalan luas yang landai dengan bercampur beton dan aspal hingga tiba di Mamasa kota.

Dari Mamasa, Ridawan terus ke Mambi dan akan terus ke Mamuju.

Perjalanan yang menyesakkan untuk sekadar dicerita. Tapi Ridwan telah menjejaknya bersama sebuah sepeda kesayangan.

Pegiat Literasi, Ridwan Alimuddin saat ini sedang mengayuh sepeda untuk Ekspedisi Bumi Mandar III, rute Pambusuang – Polewali – Mamasa – Mambi – Mamuju – Pambusuang dengan jarak tempuh sepanjang 400 kilometer.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR