Seorang kakek (66) ditemukan meninggal dunia di tengah sawah di Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.COM, Tawalian – Seorang Kakek Lanjut Usia (Lansia), ditemukan tewas di tengah sawah milik warga di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis 23 Juli 2020.

Kakek yang diketahui bernama Rombe (66) itu, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh seorang warga pemilik sawah bernama Yuliana, sekira pukul 08.00 Wita pagi tadi.

Almarhum Rombe, merupakan warga Dusun Salu Lotong,  Desa Tawalian Timur.

Berdasarkan keterangan Yuliana, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, posisi terbaring di tengah sawah miliknya, jauhnya sekitar satu kilometer dari area perkampungan.

Saat tiba di sawah, Yuliana dikagetkan dengan air kolam kecil yang berada di tengah sawahnya itu keruh. Hingga ia berlari memanggil warga sekitar yang berada di kampung tak jauh dari sawah tempat ditemukan mayat Rombe tadi.

Tak berselang lama, Yuliana dan beberapa warga lainnya kembali mendatangi sawah miliknya, ditemukanlah mayat Rombe didalam kolam kecil yang berada di tengah sawah itu.

“Kaget sekalika’ karena tidak kusangka ada mayat disitu,” kata Yuliana, pagi tadi.

Menurut kerabat korban bernama Salo, pada Rabu 22 Juli 2020 sore kemarin, korban berangkat dari kota Mamasa menuju Dusun Salu Lotong, ia memilih untuk berjalan kaki yang jauhnya sekira 10 kilometer.

Kata Salo, korban mengalami keterbelakangan mental sejak lama, ia bilang, kemungkinan saat melintas di sawah tempat mayatnya ditemukan, penyakit bawaan yang dideritanya kambuh, akhirnya jatuh dan meninggal.

“Ada dua orang anaknya, satu orang di kota Mamasa dan satunya kerja di Pinrang,  Sulawesi Selatan,” terang Salo.

Atas kejadian tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Mamasa mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk mengidentifikasi korban.

Hasil penyelidikan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Insiden tersebut murni kecelakaan tunggal.

“Korban ini mengalami gangguan mental dan kejiwaan, ada kemungkinan saat melintas penyakitnya kambuh sehingga meninggal di tengah sawah,” terang Brigpol Emos Paris.

Terhadap kejadian ini, pihak keluarga menerima bahwa korban meninggal bukan karena ada tindak kekerasan.

“Kita akan membuat surat keterangan bahwa pihak keluarga menerima korban meninggal murni karena kecelakaan,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR