Kantor Desa Buangin, Kecamatan Rantebulahan Timur (Rantim), Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.COM, Rantebulahan Timur – Pada tanggal 28 Mei 2020 lalu, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pelajar dan Mahsiswa Buangin (APPMB) menyegel kantor Desa.

Tindakan ini merupakan bentuk kekesalan APPMB, lantaran Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tidak merespon saat mereka meminta melakukan audence terkait pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di desa tersebut.

Tak hanya itu , mereka menuding Kepala Desa tidak transparan dalam mengelola anggaran dana desa, juga beberapa item kegiatan pekerjaan pembangunan pada tahun 2019 tidak selesai.

Sehingga, sekelompok pemuda dari APPMB terpaksa melakukan tindakan penyegelan Kantor Desa Buangin, Kecamatan Rantebulahan Timur (Rantim), Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Pertemuan masyarakat Desa Buangin, Kecamatan Rantebulahan Timur (Rantim), Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa)

Tindakan yang dilakukan sekelompok Pemuda dan Mahasiswa itu, mengundang sejumlah permasalahan di desa tersebut, bahkan pelayanan masyarakat terkendala hingga kini.

Bagaimana tidak, sejak dilakukannya penyegelan oleh APPMB, aparat desa tidak lagi berkantor lantaran takut, hingga pelayanan masyarakat pun terganggu.

Selain itu, juga terjadi komplik kecil di tengah masyarakat yang mengakibatkan warga di desa itu berkotak-kotakan. Pelayanan pengurusab administrasi di desa pun tidak ada lagi.

“Ini akibat ulah sekelompok pemuda yang mengatasnamakan APPMB, benar-benar menghambat pergerakan masyarakat,” kata salah seorang tokoh masyarakat Desa Buangin, Yunus.

Dampak penyegelan kantor Desa Buangin, masih terus dirasakan warga di desa itu hingga saat ini.

“Pelayanan masih sulit sekali,” ujar Yunus.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR