Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mamasa, Drs. Simon Ratta. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Arus informasi di jejaring dunia maya saat ini sangat ditentukan oleh seberapa tersedia wadah mengakses informasi tersebut. Alat bantu kelancaran informasi melalui jaringan internet itu perlu didukung peralatan komunikasi jarak jauh.

Jika sebuah daerah tidak memiliki jaringan telekomunikasi, tentu akan kesulitan dalam mengakses sebuah informasi. Sementara di era modern ini, informasi merupakan satu hal yang penting, agar setiap orang tidak ketinggalan zaman.

Dii Indonesia saat ini, masih terdapat banyak daerah yang tidak memiliki fasilitas telekomunikasi, salah satu contoh di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mamasa, secara umum fasilitas jaringan telekomunikasi telah tersebar di 10 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada.

Dari 10 kecamatan yang telah menikmati jaringan seluler terbatas, masing-masing Kecamatan Mamasa, Kecamatan Sumarorong, Kecamatan Messawa, Kecamatan Mambi, Kecamatan Tandukkaluak, Kecamatan Aralle, Rantebulahan Timur (Rantim), Kecamatan Tawalian, Tabulahan dan Kecamatan Nosu.

Dikatakan terbatas karena kapasitas jaringannya belum dapat menjangkau ke seluruh pedesaan. Sementara, masyarakat pedesaan juga membutuhkan informasi yang dapat diakses melalui daring.

Tujuh kecamatan lainnya yang sama sekali belum tersentuh jaringan telekomunikasi ialah, Kecamatan Mehalaan, Kecamatan Bambang, Kecamatan Balla, Kecamatan Pana’, Kecamatan Buntu Malangka (Bumal), Kecamatan Tabang dan Kecamatan Sesena Padang (Sespa).

Artinya, masih terdapat sekira 60 persen masyarakat Kabupaten Mamasa yang belum menikmati layanan jaringan selluler. 40 persen lainnya telah menikmati jaringan telekomunikasi meskipun terbilang terbatas.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Mamasa, Simon Ratta meminta kepada Pimpinan PT. Telkomsel Indonesia, agar dapat memberikan perhatian khusus kepada sejumlah daerah di Kabupaten Mamasa yang belum tersentuh jaringan telekomunikasi.

Karena, kata dia, jaringan merupakan salah satu kebutuhan masyarakat sebagai fasilitas di bidang ekonomi, kesehatan, pemerintah, keamanan dan lainnya. Utamanya di masa pandemi Covid-19, tentu masyarakat diberbagai daerah sangat membutuhkan informasi perkembangan wabah yang tengah melanda Indonesia.

“Hal ini menjadi keluhan sebagian besar masyarakat Kabupaten Mamasa,” kata Simon Ratta, Senin, 6 Juli 2020.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Pimpinan PT. Telkomsel Indonesia, sekiranya dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Mamasa untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi, agar internet dapat dinikmati di tiap jengkal wilayah Kabupaten Mamasa.

Simon Ratta mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dengan mengajukan sejumlah proposal pemabangunan jaringan telekomunikasi baik kepada Kominfo pusat maupun kepada PT. Telkomsel, namun tak satupun yang mendapat respon hingga saat ini.

“Kemungkinan besar proposal yang kami ajukan selama ini tidak sesuai prosedur, itu karena pihak Telkom belum pernah melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa terkait alur pengajuan proposal permohonan,” kata Simon Ratta.

Ia menyampaikan, Pemda Mamasa akan bertanggungjawab terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan kesiapan lokasi di setiap titik kordinat.

“Untuk itu kami minta perhatian kepada PT. Telkomsel agar kiranya dapat membantu kami,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR