Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Mamasa, Andi Waris Tala. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Terkait insiden yang dialami beberapa awak media di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Rabu 22 April 2020, kemarin. Ketua Dewan Pimpinan Daerah  (DPD) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Mamasa, Andi Waris Tala, angkat bicara.

Ketua JOIN Mamasa, Andi Waris Tala sangat menyayangkan jika benar terjadi pengusiran terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik itu.

“Apanya yang harus dirahasiakan dalam pertemuan itu, selaku Ketua JOIN sangat menyayangkan prilaku oknum Protokoler atau Humas Mamasa itu,” tegas Andi Waris Tala, via telpon, Kamis 23 April 2020.

Ia menuturkan, wartawan saat menjalankan tugas itu atas perintah undang – undang dan bekerja secara profesional dengan tugas memberikan informasi kepada masyarakat.

Ia mengatakan, secara khusus dalam penanganan Covid – 19 ini, pemerintah pusat telah menyampaikan agar membuka informasi seluas – luasnya terkait penanganan dan pencegahannya.

“Supaya masyarakat mengetahui perkembangan agar tidak panik begitu saja,” katanya.

Ia justru mempertanyakan jika Pemerintah Daerah (Pemda), mengadakan pertemuan yang membahas wabah Covid – 19, lalu berupaya ditutupi dengan tidak memberikan akses kepada awak media untuk melakukan peliputan.

“Ada apa? Kenapa mesti ditutup – tutupi?,” tuturnya.

Ia berharap, agar pihak yang melakukan upaya untuk menghalangi awak media tersebut, supaya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka sehingga kejadian seperti ini tidak terus berulang di Mamasa.

“Dan bagian Protokoler Mamasa wajib belajar dan mamahami pekerja pers, bahwa dalam menjalankan profesinya berdasarkan perintah UU,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR