Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa diskusi bersama rombongan Bank Indonesia Sulawesi Barat, dalam hal pengembangan pariwisata di Kabupaten Mamasa. (Foto: Wahyu)
Rombongan Bank Indonesia Sulawesi Barat bersama Tim Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, di salah satu objek wisata Desa Tondokbakaru, Kabupaten Mamasa. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pariwisata, mendatangkan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), untuk membangun kerjasama pengembangan pariwisata.

Kegiatan itu berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa Agustina Toding, Kamis 16 Januari 2020, siang tadi.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekira dua jam itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, diwakili Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Alfredi, memaparkan sejumlah potensi destinasi wisata di wilayah Kabupaten Mamasa.

Usai diskusi, rombongan BI Sulbar yang dipimpin Manajer Unit Pengembangan Ekonomi Riski Satia Pradana, mengunjungi dua tempat wisata di Desa Tondokbakaru, Kecamatan Mamasa, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa Alfredi.

Menurut Alfredi, kehadiran BI Sulbar meninjau beberapa objek wisata di Mamasa yang berpotensi untuk dikembangkan.

Sebelumnya kata Alfredi, telah dilaksanakan diskusi bersama pihak BI di Mamuju beberapa waktu lalu, juga membahas peluang pengembangan wisata di Desa Tondokbakaru.

“Sebetulnya ini merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi kami di Mamuju beberapa waktu lalu,” kata Alfredi siang tadi.

Alfredi juga menyampaikan sejumlah objek wisata milik Kabupaten Mamasa yang jadi prioritas dan cukup berpotensi diantaranya, Air Terjun Sarambu Liawan di Sumarorong, Buntu Mussa di Balla Peu, Tokesan Ulu di Tawalian dan Wisata Anggrek dan Citol di Tondokbakaru.

Sekaitan dengan hal tersebut, Manajer Unit Pengembangan Ekonomi, BI Sulbar Riski Satia Pradana mengatakan, pihaknya hadir di Mamasa meninjau beberapa objek wisata yang telah ditawarkan untuk kerjasama oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa.

Dikatakannya, jika hal ini memenuhi syarat bagi BI untuk bangun kerjasama, maka akan ditindaklanjuti. Olehnya itu kata dia, pihaknya melakukan kroscek untuk menjadi bahan pertimbangan.

“Hasil kroscek yang kami lakukan hari ini, kami akan sampaikan kepada pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan,” ujar Reski usai melakukan diskusi bersama Dispar Mamasa.

Ia mengatakan, potensi pariwisata di Tondokbakaru cukup luarbiasa, mulai dari anggrek hingga objek wisata lainnya sangat menarik dan tidak dimiliki daerah lain.

“Jika sesui kriteria yang diinginkan BI, maka kami akan mendukung pariwisata yang ada di Mamasa, tapi bentuk dukungannya kami belum bisa pastikan seperti apa,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR