Kawasan wisata Desa Tondok Bakaru, Mamasa. (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Salah satu daerah yang berada di pegunungan Sulawesi Barat, Kabupaten Mamasa memiliki potensi alam yang sangat menjanjikan, mulai dari bentangan hingga lekukan alamnya yang indah serta budaya dan adat istiadatnya menjadi potensi yang luar biasa bagi sebuah daerah destinasi wisata.

Jalan di kawasan wisata Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa. (Foto: Frendy)

Kesadaran Masyarakat menggali potensi alamnya kini mulai Nampak, sejak 2018 lalu, sejumlah pemuda di Desa Tondak Bakaru terus bergeliat untuk mendorong desanya menjadi desa wisata dan di tahun 2019 usaha sejumlah pemuda itu berhasil mendorong desanya sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Mamasa.

Sering berjalan waktu sejak ditetapkan menjadi salah satu desa wisata pengunjung ke desa itu terus meningkat dari bulan ke bulan. Bahkan dalam sebulan bisa mencapai ribuan orang hal itu berdasarkan data buku tamu pihak Badan Usaha Milik Desa yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Kawasan wisata Desa Tondok Bakaru, Mamasa. (Foto: Frendy)

Wisata Kabupaten Mamasa kini menjadi sebuah harapan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, tentu akan mendorong kemajuan pembangunan di daerah.

Namun sayang hingga saat ini memasuki tahun 2021 geliat pariwisata yang sudah dimulai sejumlah pemuda desa secara mandiri tersebut kurang dukungan dari pemerintah daerah, hal itu terlihat jalan menuju desa wisata sudah bertahun- tahun bak kubangan lumpur.

Kawasan wisata Tondok Bakaru, Mamasa. (Foto: Frendy)

Kondisi itu sangat dikeluhkan sejumlah pengunjung hingga pengelolah obyek wisata. Jalan kurang lebih 1,5 KM menuju sejumlah obyek wisata masih tanah liat, jika hujan turun becek dan lincin nyaris tak bisa dilalui kendaraan.

“Kalau hujan deras tak bisa dilalui kendaraan, karena tanahnya sangat licin dan becek, kondisi ini sangat mempengaruhi minat pengunjung, karena jika hujan deras pengunjung sangat kewalahan karena kondisi jalan,” ungkap Andarias, salah satu pegelola wisata di daerah tersebut, Selasa, 30 Maret 2021.

Kawasan wisata Tondok Bakaru, Mamasa. (Foto: Frendy)

Kondisi ini merupakan realita kondisi pariwisata Mamasa saat ini, sementara harapan untuk perbaikan infrastruktur sudah bertahun-tahun dinantikan warga di Desa Tondok Bakaru khususnya sejumlah pengelolah obyek wisata.

“Kalau harapan untuk perbaikan jalan terus kami nantikan, itu hal yang paling urgen menurut kami karena bagaimana mungkin suatu kawasan wisata bisa maju jika tidak di dorong dengan infrastruktur, khusnya jalanan,” tuturnya.

Janji untuk perbaikan jalan sudah bertahun-tahun dinantikan namun dari tahun ke tahun belum ada terealiasi hingga saat ini.

Kawasan wisata Tondok Bakaru, Mamasa. (Foto: Frendy)

Kepala Desa Tondok Bakaru, Matheus Daniel Daensaratu, beberapa waktu lalu mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan antardesa yang menghubungkan Desa Tondok Bakaru dengan Desa Rambusaratu.

Pengerjaan jalan tersebut, kata Daniel, tidak bisa dikerjakan melalui dana desa dan menjadi wewenang pemerintah daerah.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mamasa Daud Tandiarruan yang dikonfirmasi mengatakan, rencana untuk perbaikan jalan menuju desa wisata itu sudah disiapkan anggaran untuk tahun 2021 atau tahun ini.

Kawasan wisata Tondok Bakaru, Mamasa. (Foto: Frendy)

“Mudah-mudahan tak ada hambatan, jalan dari Hotel Wijaya menuju ke desa Tondok Bakaru akan dilakukan betonisasi, kita berharap tidak ada lagi refocusing anggaran tahun ini agar bisa maksimal,” bebernya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Meskipun dirinya memastikan akan dilakuakan perbaikan jalan namun dirinya belum menyebut berapa total anggaran yang digelontorkan nantinya.

FRENDY

TINGGALKAN KOMENTAR