Kapasitas AJI Kota Mandar, Sulbar, dalam sebuah pertemuan, beberapa waktu lalu. (Foto: Frendi Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Jelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan dirayakan pada Jumat, 1 September 2017 atau 1 Zulhijjah 1438 H, Pengurus AJI Kota Mandar Periode 2017-2019 menghimbau kepada seluruh anggota Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Kota Mandar untuk tetap memerhatikan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), khususnya Poin 8: Jurnalis menghindari konflik kepentingan. Poin 9: Jurnalis menolak segala bentuk suap.

Menurut Ketua AJI Kota Mandar Muhammad Ridwan Alimuddin, konflik kepentingan, baik yang tersirat maupun tersurat, berpotensi muncul di banyak tempat, di berbagai waktu.

Hal ini menyangkut hubungan antara jurnalis dengan publik, narasumber, kelompok advokasi, pemasang iklan, dan pihak lain yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, misalnya anggota keluarga.

“Jurnalis tak diperbolehkan menerima pemberian dalam bentuk uang, barang, atau fasilitas apa pun, ketika pemberian itu terjadi karena posisi dia sebagai jurnalis (bukan masyarakat biasa),” kata M. Ridwan Alimuddin.

Menurut jurnalis yang juga penulis buku Orang Mandar Orang Laut ini—dan beberapa judul buku lainnya—himbauan tersebut sebagai bagian pengingat agar setiap anggota AJI Kota Mandar menegakkan KEJ yang kita pedomani.

Juga, masih Ridwan, sebagai informasi ke masyarakat umum bahwa jurnalis yang tergabung di AJI Kota Mandar menolak pemberian yang bisa memengaruhi sikap independensi kerja-kerja jurnalis.

Anggota AJI Kota Mandar juga tak terlibat dalam proses serah terima suatu benda (yang menurut KEJ tak diperbolehkan diterima seorang jurnalis) yang mengatasnamakan mewakili jurnalis.

FRENDI CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR