Foto Net

TRANSTIPO.com, Majene – Pasien positif Covid – 19, asal Kabupaten Majene, dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sebelumnya pada 3 April 2020, pasien JH (14) asal Kabupaten Majene itu, dinyatakan telah negatif setelah melewati perawatan di RSUD Regional Mamuju selama beberapa hari, sejak 29 Maret 2020 lalu.

Namun saat itu, pasien masih menjalani proses isolasi diri selam 14 hari, meskipun kondisinya telah negatif berdasarkan hasil pemeriksaan sweb kedua, sembari menunggu hasil tes sweb yang ke tiga sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Hasil tes sweb ketiganya pun negatif Covid – 19, sehingga pasien JH dinyatakan sembuh total dan telah diperbolehkan untuk kembali berkumpul bersama keluarganya di Kelurahan Tande Timur, Kabupaten Majene pada Sabtu 11 April 2020 hari ini.

Pasien JH yang merupakan Hafidzah juga santriwati di pesantren Bogor Jawa barat itu, tidak pulang dengan sendirinya, melainkan dijemput langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Majene dr. Rahmat Malik, di RSUD Regional Mamuju.

Direktur Umum RSUD Regional Sulbar dr Indahwati Nursyamsi mengatakan, sesuai hasil tes sweb tenggorokan yang telah diambil sebanyak tiga kali, pasien telah dinyatakan negatif dan sembuh total.

Kata Indahwati, pasien asal Kabupaten Majene itu telah melalui proses pemeriksaan sasuai SOP, 14 hari lalu kata dia, telah dinyatakan positif. Namun, masih menjalani proses isolasi sesuai waktu yang telah ditentukan.

“Hari ini telah berakhir masa isolasinya, juga pasien telah dinyatakan sembuh total dan diperbolehkan untuk pulang,” kata Indahwati, Sabtu 11 April 2020.

Meski begitu kata Indahwati, pasien masih diharuskan untuk recovery selama tujuh hari terhitung setelah tiba di rumahnya.

Dijelaskan Indahwati, berdasarkan hasil tes sweb yang dilakukan tiga kali secara bertahap pasien dinyatakan negatif Covid – 19, maka secara otomatis pasien bebas dari virus corona.

“Tidak akan tertular lagi kepada siapapun, karena sudah bebas dari virus,” jelasnya.

Kata Indahwati, itu karena antibodinya sudah semakin kuat sehingga mampu melawan virus, untuk tidak beroperasi lagi dalam tubuhnya.

Indahwati menambahkan, karena pasien dinyatakan negatif Covid – 19, maka dia tidak lagi memiliki virus dalam tubuhnya, sehingga tidak akan menularkan lagi kepada orang – orang.

“Jadi, masyarakat tidak usah khawatir karena sudah bebas dari virus,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR