Aliansi Mahasiswa Unsulbar sampaikan tuntutan melalui baliho di depan kampusnya. (Foto: Firdha)

TRANSTIPO.com, Majene – Tuntut kebijakan untuk menurunkan Uang Kuliah Tunggal (UKT), aliansi Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), gelar aksi unjukrasa di Rektorat Kampus, Majene, Minggu 14 Juni 2020, malam.

Dalam aksi itu, aliansi Mahasiswa Unsulbar melakukan pemasangan baliho di depan kampusnya yang bertuliskan “Turunkan UKT semester depan, kembalikan UKT semester lalu”.

Selain itu, pihaknya juga melayangkan surat permohonan audence dengan pihak kampus, terkait beberapa tuntutannya mengenai kebijakan penurunan UKT.

Pihaknya mengaku, aksi yang dilakukan dipersiapkan sejak minggu malam sekira pukul 11.00 Wita, dengan harapan, pada pagi harinya Senin 14 Juni 2020, dapat dilihat oleh pegawai rektorat kampus.

“Untuk aksi awal kami memasang baliho, dan meminta melakukan audence,” kata penanggung jawab aksi Asrul.

Aliansi Mahasiswa Unsulbar sampaikan tuntutan melalui baliho di depan kampusnya. (Foto: Firdha)

Kata Asrul, aksi yang dilakukan itu berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Permenrisetdikti) Nomor 39 Tahun 2017, didalamnya terdapat frasa penyesuaian UKT sesuai kondisi perekonomian Mahasiswa.

“Apalagi dengan adanya pandemik Covid-19 ini, yang  mengakibatkan melemahnya perekonomian, seharusnya jadi pertimbangan,” katanya.

Untuk memastikan sejumlah tuntutan yang dituangkan dalam baliho benar-benar terlihat oleh pihak kampus, sekitar 30 Mahasiswa rela mengawal baliho itu hingga pagi hari.

“Jangan samapai ada orang yang cabut sebelum dibaca oleh pegawai rektorat kampus,” ujarnya.

Asrul mengatakan, jika aksi yang dilakukan itu tidak mendapat respon dari rektorat kampus, maka akan kembali melakukan aksi, samapai ada respon dari rektorat.

“Kami berharap tuntutan yang dilayangkan bisa diindahkan,” harapnya.

Asrul menutrkan, hal ini dilakukan demi keberlangsungan pembelajaran mahasiswa, karena jika tidak ada perubahan kata dia, maka mahasiswa akan tertekan dengan biaya. Sementara, mahasiswa yang ada di Unsulbar kebanyakan berasal dari ekonomi menengah ke bawah.

Beberapa hari lalu kata Asrul, aliansi Pemuda dan Mahasiswa telah mengadakan petisi yang ditandatangani sedikitnya 300 lebih mahasiswa, dengan tuntutan yang sama.

Untuk diketahui, sebanyak enam tuntutan yang disampaikan aliansi Mahasiswa Unsulbar diantaranya, Turunkan UKT Semester depan, Kembalikan UKT Semester lalu, Melibatkan mahasiswa dalam pembahasan kebijakan UKT, Kejelasan dari kebijakan atas dana praktek, Kejelasan mengenai KKN dan Perpanjang perbaikan nilai.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR