Sejumlah pemuda dan mahasiswa dari Kecamatan Sesena Padang, Kabupaten Mamasa, melakukan demonstrasi dengan memprotes pekerjaan jalan di Kacamatan Sesena Padang. (Foto: Ist)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang mengatasanamakan diri Aliansi Masyarakat Sesenapadang (AMS) melakukan aksi demonstrasi dengan mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Mamasa dan DPRD Mamasa pada Senin, 2 September 2019.

Mereka datang di dua kantor itu untuk memprotes proyek pekerjaan jalan di Kecamatan Sesenapadang yang dinilai dikerja asal-asalan.

Puluhan pemuda ini menuntut agar DPRD Mamasa meminta BPKP Provinsi Sulawesi Barat segera melakukan pemeriksaan serta melakukan audit atas pekerjaaan betonisasi jalan di Orobua-Orobua Timur, Kecamatan Sesenapadang. Mereka juga mendesak pihak DPRD Mamasa agar membentuk tim pencari fakta yang independen terhadap pekerjaan tersebut.

Selain itu, mereka juga mendesak Bupati Mamasa Ramlan Badawi melakukan pemeriksaan dan pengawasan di Dinas PU Mamasa dan Inspektorat Mamasa. Mereka juga meminta Kejaksaan Negeri Mamasa untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan betonisasi jalan di Orobua-Orobua Timur yang dinilai dikerja asal-asalan itu.

Menurut koordinator aksi Yusdianto, proyek pekerjaan jalan yang dikerjakan oleh CV. Balla Perkasa di Desa Orobua-Orobua Timur yang menggunakan anggaran DAK senilai Rp5,8 miliar itu dinilai dikerja asal-asalan. Pasalnya, ada beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai bestek. Sebagian badan jalan yang sudah dibenton, beberapa hari yang lalu sudah mengalami patahan dan retakan, bahkan sebagian aspal jalan ada yang terlalu sempit.

“Hal itu kami nilai dikerja asal–asalan, sehingga kami meminta kepada semua pihak terkait, termasuk penegak humum agar segera melakukan pemeriksaan atas pekerjaan tersebut,” ungkap Yusdianto.

Lanjut ia mengatakan, dari hasil pertemuan dengan pihak DPRD, Kejari Mamasa dan juga Pemerintah Kabupaten Mamasa, disebutkan akan segera turun bersama-sama melakukan pemeriksaan terhadap proyek pembangunan jalan tersebut.

“Kami sudah bersepakat dan mengagendakan agar semua pihak terkait, mulai dari unsur DPRD, pemerintah daerah, dan Kejari Mamasa untuk turun langsung melihat pekerjaan tersebut. Kami yakini pekerjaan itu banyak masalah di dalamnya,” ujarnya.

Ia berharap agar ke depan semua proyek pekerjaan jalan yang ada di Kabupaten Mamasa yang dikerjakan dengan menggunakan uang rakyat betul-betul dikerjakan dengan baik. Selain itu, mereka berharap agar para penegak hukum betul–betul melakukan pengawasan atas sejumlah proyek yang sedang dikerjakan di Kabupaten Mamasa.

FRENDY

TINGGALKAN KOMENTAR