Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (kiri) dan Kepala Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat Andi Farida (kanan) turut mendampingi Meteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan laoly (tengah) saat dicegat oleh wartawan untuk kepentingan wawancara, Jumat, 9 Maret 2018. (Foto: Arisman)

Saat turun dari mimbar, Yasonna hanya duduk sebentar dan memakai penutup kepala a la topi koboi. Acara berakhir dan ia berjalan yang terus dikerumuni Wartawan.

Koboi adalah sebutan yang diberikan kepada gembala di peternakan yang berada di Amerika Utara. Secara tradisional mereka menggunakan kuda dan sering melakukan berbagai pekerjaan di peternakan tersebut.

Koboi Amerika pada akhir abad ke-19 menjadi figur yang melegenda. Jenis lainnya disebut wrangler yang secara khusus memelihara kuda yang digunakan di peternakan.

Selain melakukan pekerjaan di peternakan, beberapa koboi juga bekerja atau berpartisipasi di rodeo, suatu olahraga keterampilan bagi para koboi.

Gembala ternak juga ada di berbagai bagian dunia lain, khususnya Amerika Selatan dan Australia, yang melakukan pekerjaan mirip koboi di tempatnya masing-masing. (Sumber: Wikipedia)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pejabat negara setingkat Menteri, terang benar jika ia pernah meluangkan waktu lama membaca buku tak sedikit.

Kemarin pagi itu, antara pukul 09.00 hingga 12.00 Wita di Mamuju pada Jumat, 9 Maret 2018, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly berbicara—atau lebih tepatnya beri wejangan—selama hampir dua jam di depan 300-an calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Kantor Wilayah Kemenkumham RI Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Dengan busana batik merah bergaris putih berbahan sutera Mandar itu, Yasonna Laoly menikmati betul berdiri lama dengan ritme suara yang teratur: jika ia berpantun suaranya dilembutkan, dan jika mengandung nilai spirit yang itu untuk memompa inspirasi kawula muda, maka tekanan suaranya meninggi—tak lupa pula tangannya bergerak.

Tak sekali ia mengutip frasa dalam bahasa asing. Sesekali pula ia mengundang tepukan dari hadirin.

Acara ini dikemas dengan nama pembekalan calon pegawai negeri sipil oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, di Auditorium Kantor Gubernur Sulawesi Barat.

Tentu tak hanya calon tenaga pamong yang hadir mendengar wejangan sang Menteri.

Ada Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar dan sejumlah sejawatnya dari forum pimpinan daerah di provinsi ini. Kepala Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah juga hadir.

Banyak wartawan yang meliput acara ini, terutama dengan tujuan hendak mewawancarai Menteri Yasonna Laoly.

Meteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, pakai kemeja merah dari sutera Mandar lengkap dengan topi koboi, tengah dikerumuni wartawan ketika ia sedang berjalan ke sebuah ruang rehat di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat, 9 Maret 2018. (Foto: Sarman Shd)

“Selamat kepada anak anak kami semua, kalian sudah berhasil berjuang melalui suatu proses yang ketat dan transparan. Di mana dari sekian juta jiwa yang mendaftar di Kemenkumham, saudara-saudaralah yang menjadi orang- orang terpilh untuk menempati posisi yang Anda tempati sekarang,” penyampai pembuka Yasonna H. Laoly ketika beri pembekalan.

Mengenai proses dan tahapan ujian seleksi jadi CPNS 2017 di Kemekumham itu, Menteri Yasonna kembali pertegas.

“Sekali lagi, kalian adalah orang-orang yang terpilih, di mana kalian masuk itu secara bersih, transparan, dan oleh sebab itu saya mempunyai beban moral untuk menuntut kalian untuk tetap bekerja secara bersih,” puji dan harapan sang Menteri kepada calon bawahannya itu.

Ketika ia sedang berjalan, Wartawan mencegatnya untuk wawancara padat dan kilat.

Dari sejumlah pertanyaan itu, Yasonna H. Laoly mengatakan, dalam acara ini kita memberikan pengarahan kepada calao pengawai negeri sipil (CPNS), bahwa menjadi PNS ke depan, moralitas, intregritas semuanya harus berjalan secara baik, jujur, dan benar.

“Moralitas dan intregritas menjadi seorang PNS harus dijaga dengan baik. Dan kepada semua CPNS Kanwil Kemenkumham harus menjaga itu. jika di kemudian hari terdapat penyimpangan di antara mereka, pastikan kami akan tindak secara tegas,” tegas Yasonna H. Laoly sembari menuju ke sebuah ruang untuk makan siang—sebelum bertolak ke Bandara Tampa Padang untuk terbang ke Jakarta.

ARISMAN SAPUTRA/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR