GIZA

941
TOMI LEBANG sedang berkunjung ke Negeri Mesir. (Foto: Istimewa)

SAMPAI juga di sini: keajaiban dunia zaman kuno Piramida Giza di Mesir. Saya kira ini bangunan paling akrab dalam imaji penduduk bumi yang beradab, bahkan yang belum pernah sampai ke sini.

Piramida ada di sekitar kita dalam bentuk gambar, di tayangan film-film, bentuknya juga adalah kosakata di pelajaran ilmu hayat tentang piramida makanan dan di banyak medium lainnya.

Saat langit terang dan debu-debu angkasa sedikit tersibak, pucuk bangunan segitiga ini terlihat nun di kejauhan dari lantai atas hotel tempat saya menginap pinggir Sungai Nil di Kairo.

Lokasinya tak jauh benar, mungkin bisa disebut pinggiran kota walau jaraknya 25 km dari pusat Kairo ke arah padang pasir.

Kami bermobil tak sampai sejam, membelah permukiman kota Kairo, melewati jalan yang membelah gurun berdebu seukuran kota kecil, dan sampailah ke Giza.

Piramida memang bukan bangunan segitiga biasa. Saya menjejak pelatarannya dengan menengadah ke arah segitiga raksasa ini dalam takjub.

Ratusan orang dari berbagai bangsa juga tengah datang berkunjung. Sekilas, terpantul-pantul sinar matahari pagi, saya melihat dua paralayang sedang terbang mengitari pucuknya.

Piramida Khufu di belakang saya ini menjulang seperti gedung bertingkat tinggi dengan segi tiga kaki lebar. Data resminya: pucuk atapnya di ketinggian 146 meter! Ini setara bangunan 50 lantai.

Konon, segitiga di puncaknya berlapiskan emas murni yang kemudian raib seiring kedatangan para petualang dari mana-mana.

Tentu bukan sesuatu yang luar biasa kalau saja ini bukan bangunan dari zaman 2500 tahun sebelum Masehi. Piramida berdiri sejak 4500 tahun lalu.

Piramida di belakang saya ini konon adalah makam yang dibangun untuk firaun dinasti keempat Mesir, firaun Khufu. Karena itulah, ia disebut Piramida Khufu.

Di sebelahnya, hanya berjarak beberapa ratus meter, ada dua piramida besar dan beberapa piramida kecil. Salah satunya, Piramida Khafre mengambil nama firaun penerus Khufu yang dimakamkan di dalamnya.

Khafre pula yang membangun Sphinx — sebuah patung batu kapur berbentuk makhluk mitologis berkepala manusia dan bertubuh singa di depannya itu.

Satu piramida lain di kompleks ini adalah Piramida Menkaure, mengambil nama penerus Khafre.

Di seluruh Mesir ada setidaknya 118 piramida yang sudah ditemukan dan diidentifikasi para arkeolog. Sebagian hanya berupa reruntuhan atau terkubur di bawah pasir gurun, memendam misteri dan harta karun para firaun dan permaisuri kerajaan dari zaman kuno.

Begitulah. Satu mimpi terlewati, satu jejak diterakan lagi, nun di satu titik di tanah gersang Afrika: keajaiban dunia piramida Giza, pagi ini.

TOMI LEBANG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini