Empati PWI Sulteng Atas Nasib Anak dari Orang Tua yang Terlilit Kasus Hukum

1519
Ketua PWI Peduli Sulteng Syahrul alias Heru (kanan). (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Palu – Kasus terlantarnya anak yang orang tuanya terlibat dalam kasus hukum di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) perlu mendapatkan perhatian semua pihak.

Kondisi psykologi dan mental anak-anak yang masih sangat butuh kehadiran orang tua khususnya ibu butuh solusi. Kondisi luar biasa yang diderita anak-anak yang orang tuanya terlilit kasus hukum perlu mendapatkan pertimbangan hukum terhadap kedua orang tuanya yang kini mendekam di balik jeruji besi. Terlepas dari persoalan salah atau tidak bersalah dalam kasus yang menimpa kedua pasutri tersebut.

Hal ini disampaikan Syahrul, Ketua PWI Peduli Sulteng saat menyambangi tiga anak dari pasutri yang tengah menghadapi kasus hukum di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu.

Ketiga anak terdakwa harus dirawat di rumah sakit karena menderita demam tinggi dan sakit kepala yang akut. Mirisnya mereka harus menghadapi keadaan tersebut tanpa kehadiran orang tua mereka.

“Melihat kondisi anak-anak dari ibu M, seharusnya bisa menjadi pertimbangan hukum dari para penegak hukum yang saat ini tengah menangani kasus orang tuanya F bersaudara, kita kesampingkan dulu permasalah hukum kedua orang tuanya, kita kedepankan nurani kemanusiaaan,” ujar Wartawan yang kerap dipanggil Heru tersebut.

Selain penegak hukum, Syahrul berpendapat jika pemerintah harus turun tangan dalam menyelamatkan keberlangsungan hidup kelima anak terdakwa. Pasalnya, sejak orang tuanya terlilit kasus hukum, kelima anaknya hidup mandiri dan nyaris terlantar.

Ketiga anak tersebut yakni R (6), A (7) serta R (16) terpaksa dilarikan kerumah sakit dikarenakan kesehatan ketiganya terganggu. Mereka hanya ditunggui kakak tertuanya yakni F (20).

Menurut keterangan F, sejak kedua orang tuanya ditahan, dirinya menggantikan posisi keduanya mengurus adik adiknya yang berjumlah 4 orang.

“Saya yang mengurus adik-adikku, kami sering mengalami kesulitan ekonomi,” ungkap F, lirih.

Diakuinya ,selama ini dirinya bersama ke empat adiknya hanya bertahan dari belas kasihan orang disekitarnya.

Tim PWI Peduli Sulawesi Tengah yang berkunjung terdiri dari Sekertaris Umum PWI Sulteng, Temu Sutrisno , Wakil Ketua Bidang Hukum PWI Sulteng, Udin Salim, Wakil Ketua Bidang Kesejateraan ,Amiruddin serta Ketua PWI Peduli, Syahrul. Dalam kunjungan tersebut, Tim PWI Peduli menyerahkan Donasi yang digalang PWI Peduli Sulteng dikalangan internal anggota PWI Se Sulawesi Tengah.

“Ini kami ada bantuan, semoga sedikit membantu hasil donasi kawan–kawan PWI. Jangan dilihat nilainya, semoga dapat memberi manfaat,” kata Temu Sutrisno, Sekertaris Umum PWI Sulteng yang didampingi Syahrul, Ketua PWI Peduli Sulteng, Selasa, 04 Juni 2024.

Dalam penyerahan hasil donasi para wartawan kepada F, kakak sulung dari ketiga anak yang tengah dirawat itu, Direktur Utama RSUD Undata Palu, dr. Herry Mulyadi turut mendampingi tim PWI Peduli Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, direktur rumah sakit milik Pemprov Sulteng ini menyampaikan, pihaknya sejak anak-anak tersebut masuk rumah sakit telah melakukan pemberlakuan khusus terutama pelayanan medis.

“Saya telah menempatkan tim kecil untuk membantu penyembuhan ketiga anakda tersebut, mulai dari ahli gizi, ahli anak hingga physkolog,” ujar Dokter Spesialis gigi ini.

Usai melakukan penyerahan donasi, tim PWI Peduli langsung bertolak ke kantor Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Perwakilan Sulawesi Tengah untuk melakukan audensi tentang kondisi anak-anak tersebut.

“Kita kesampingkan soal kasus hukum orangtuanya, kita coba melihat sisi kemanusiaan, dimana anak-anak ini perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak,” kata Wakil Ketua Bidang Hukum PWI Sulteng, Udin Salim.

HERU – SARMAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini