Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kanan) lantik Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan para Direktur Perusahaan Perseroan Daerah di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sulbar di Auditorium lantai IV Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 16 Oktober 2017. (Foto: Farid/Humas Sulbar)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Jajaran Komisaris, Dewan Direksi, dan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sulbar telah dilantik oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) di Auditorium Lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 16 Oktober 2017.

Siapa saja mereka? Berikut nama dan jabatannya.

Komisaris Utama Ismail Zainuddin. Komisaris terdiri dari: Akbar Tahir, Syahrir Hamdani, Andi Ibrahim Masdar, dan Agus Ambo Djiwa.

Sementara pada jajaran Dewan Direksi terdiri dari: Direktur Utama Arifin Raseng, Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Nurtopo, Direktur Umum dan Sumber Daya Abd. Syukur Dallu, dan Direktur Keuangan Riali Daali.

Direktur Perusahaan Daerah terdiri dari: Direktur PT. Sulbar Pembangunan Malaqbiq Arifin Nurdin, Direktur PT. Sulbar Agro Malaqbi Ince A. Syamsul, dan Direktur PT. Sulbar Wisata Malaqbiq Herman Kulawu.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar berharap Perusahaan Daerah (Perusda) dapat berperan aktif dalam pelayanan yang prima kepada masyarakat, dan dapat mengemban tugas dan tanggung jawab yang dilandasi dengan kemampuan profesional, semangat, dedikasi, integritas, dan independensi yang tinggi.

“Ke depan, Perusda Sulbar ini diharap dapat meningkatkan kepercayaan publik, dengan bersinergi bersama pemerintah untuk menciptakan iklim investasi daerah yang lebih baik serta mampu berinovasi dan membuat terobosan baru di segala bidang khususnya peningkatan PAD kita,” kata Ali Baal.

Perusda tersebut, lanjut Ali Baal, juga diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah, dengan misi peningkatan pertumbuhan ekonomi untuk menunjang pembangunan daerah pada khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya.

“Setelah dikukuhkan, segera lakukan langkah-langkah konkrit untuk melaksanakan kegiatan di bidang bisnis strategis, serta membangun jejaring usaha dengan semua stakeholders terkait untuk memacu perkembangan BUMD ke depan. Bekerja lebih optimal, dan yang masih menjabat di partai agar kiranya mundur dari partai tersebut,” jelas mantan Bupati Polman ini.

Yang harus dilakukan pasca jajaran Direktur Perusda dilantik, jelas ABM, di antaranya melakukan perjanjian kerjasama dengan Pemprov Kalimantan Selatan untuk menindaklanjuti persoalan minyak bumi dan gas.

Selain itu, kata ABM, pada bidang pertanian untuk mengawasi ketersediaan dan distribusi gula pasir serta menertibkan beberapa perusahaan.

Tahun 2018, lanjut Ali Baal, Pemprov Sulbar akan buat peternakan dan kawasan industri seluas 150 hektar.

“Mudah-mudah tidak dipersulit dan tidak merugikan rakyat. Ini ujung tombak kita untuk meningkatkan pendapatan dan mengamankan aset-aset kita. Semakin banyak yang terlibat semakin bagus. Selamat bekerja, mari saling bahu-membahu membangun Sulba. Mari meningkatkan apa yang telah kita capai demi mewujudkan Sulbar yang Maju dan Malaqbiq dalam suasana sejahtera, damai, adil dan harmonis,” pinta ABM.

Dikonfirmasi, salah seorang Direktur Utama BUMD Provinsi Sulbar, Arifin Raseng menekankan, perusda adalah perusahaan daerah yang menjadi eksekutor usaha-usaha yang akan dikembangkan oleh BUMD.

“Kita sudah koordinasi ke mana-mana, seperti membangun kerjasama dengan Pemprov Kalsel untuk membuat perusahaan baru yang dapat mengurus bagi hasil dengan Kalsel terkait penerimaan dana (Migas, red) dan distribusi dana,” kata Arifin Raseng.

Turut hadir dalam pengukuhan tersebut, Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, para Asisten dan Staf Ahli Gubernur, perwakilan Kapolda Sulbar, Wakil Bupati Mamuju Tengah HM Amin Jasa, perwakilan Danrem 142/Tatag, perwakilan Kementerian Pertahanan, para pimpinan OPD lingkup Sulbar, Direktur Perbankan, Kepala BNNP Dedi Sutarya, Lanal Mamuju, Kajari Mamuju, dan tokoh masyarakat.

FADILAH Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR