Kapten Aswarman, Komandan Detasemen TNI AU Mamuju. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Semua lembaga negara atau lembaga pemerintahan di daerah sudah selayaknya memiliki kantor atau markas. Saat ini, Detasemen TNI Angkatan Udara (TNI AU) Sulawesi Barat di Mamuju membutuhkan lahan untuk pembangunan landasan, seperti perkantoran asrama bagi anggotanya.

Ditemui sejumlah wartawan setelah menghadiri Upacara HUT RI ke-72 di Lapangan Upacara Kantor Gubernut Sulawesi Barat, Kamis, 17 Agustus 2017, Kapten Udara Aswarman mengatakan, sejauh ini personil TNI AU yang ada di Sulawesi Barat masih sedikit.

Ditambahkan, Aswarman, masih bersifat regu. Ini disebabkan karena fasilitas yang ada di Sulawesi Barat belum memadai untuk ditinggali.

“Untuk Detasemen TNI Angkatan Udara di Sulawesi Barat masih dalam proses cari lahan untuk pembangunan pangkalan, sehingga untuk personil sendiri itu masih sangat kurang,” jelas Kapten Aswarman.

Masih Aswarman, Detasemen TNI AU Mamuju masih berkantor di Tampa Padang, di samping Bandara Tampa Padang. “Anggota personil TNI AU di Sulawesi Barat baru 4 orang,” kata Kapten Aswarman kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya lagi, bila lahan sudah ada untuk pembagunan pangkalan, maka insya Allah anggota yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan, sudah bisa pindah ke sini, Sulawesi Barat.

Apakah pernah dikomunikasikan hal tersebut dengan Pemprov Sulawesi Barat? Aswarman menjawab, “Iya. Komunikasi sudah lama. Hanya mungkin terkendala lahan, sebab yang kita butuh kira-kira seluas 10 hektar. Nah, itu yang belum ada sampai sekarang.”

“Kami berharap tahun ini pemerintah daerah—Pemprov Sulawesi Barat dan Pemkab—bisa percepat pengadaan lahan sehingga pembagunan landasan, baik perkantotan maupun asrama anggota, dapat dikerjakan,” tutup Kapten Aswarman, Komandan Detasemen TNI AU Mamuju.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini