SMAN 1 Budong-Budong, Kabupaten Mateng. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Sekolah Menengah Aras Negeri (SMAN) 1 Budong-Budong yang ada di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) merupakan sekolah lanjutan atas tertua di daerah pemekaran Kabupaten Mamuju itu.

Saat ditemui di kantornya pada 14 januari 2019, Kepala SMAN 1 Budong-Budong Nursi menceritakan kondisi sekolah yang dipimpinnya itu.

“Memang kondisi sekolah ini memprihatinkan terutama bangunan ruang guru dan MCK. Bisa kita lihat, sudah banyak bangunannya yang retak dan hancur, selain itu MCK sekolah ini hanya ada dua dan itu pun sudah tidak layak. Perlu perbaikan,” terang Nursi.

Kalau dilihat dari sejarahnya, cerita Nursi, sejak sekolah ini berdiri pada tahun 1990-an hingga tahun 2019, bisa saya bilang inilah neneknya sekolah SMA di Mateng.

Bagi Nursi, SMAN 1 Budong-Budong telah banyak memberi konstribusi serta jasa dari sisi sumberdaya manusia. Sekolah ini sudah banyak melahirkan orang -orang hebat yang sekarang tersebar di kantor-kantor pemerintahan baik di Kabupaten Mamuju maupun di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Kepala SMAN 1 Budong-Budong Nursi. S.Spd. (Foto: Ruli)

“Seharusnya SMAN 1 Budong-Budong ini sudah menjadi sekolah percontohan dan sekolah rujukan. Tapi apa yang terjadi, justru sekolah ini seakan-akan terlupakan,” keluh Nursi.

Ia tak menepis kalau pernah ada bantuan masuk berupa bangunan gedung laborarium biologi, tapi kini sudah dalam keadaan rusak. Bangunan laboratorium kimia dan ruang laboratorium fisika memang sudah ada sejak tahun 1990, tapi sampai sekarang tidak pernah difungsikan karena memang bangunan ini tidak pernah selesai hingga sekarang.

“Alhamdulillah akhir tahun 2018 kita bersyukur karena ada bantuan masuk berupa fasilitas komputer sebanyak 22 unit yang siap pakai. Insya Allah komputer ini kita akan gunakan untuk UNBK anak-anak sehingga tahun 2019 kita baru akan memulai program Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” ujar Nursi.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR