Foto: Ruli Syamsil

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dinas Pariwisata Kabupaten Mateng melakukan aksi gotong royong kebersihan destinasi wisata Pantai Batu Rede di Desa Budong-Budong Patulana pada Sabtu, 18 Mei 2019.

Aksi gotong royong tersebut juga diikuti organisasi mahasiswa, anak-anak pesantren, MTs Aliyah, orang tua santri, warga masyarakat serta keluarga besar Dinas Pariwisata Mateng.

Kepala Dinas Pariwisata Mateng Bambang Suparni mengatakan, kegiatan kali ini yakni aksi gotong royong kebersihan tempat destinasi wisata adalah untuk mengimplementasikan terkait dengan proyek perubahan yang kita rancang dengan judul home industry terkait wisatawan.

“Kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian terhadap masyarakat secara umum dan kepedulian kami selaku pembina pengembang destinasi wisata yang ada di Mateng,” kata Bambang.

Menurut Bambang, untuk menumbuhkan rasa kepedulian kita bersama kami melibatkan sejumlah pihak sehingga pengembangan destinasi wisata yang ada di Mateng dapat tumbuh dan berkembang.

“Kebersihan yang kita lakukan hari ini di mana sampah-sampah yang terdapat di pantai kita kumpulkan untuk didaur ulang lalu diolah kembali menjadi souvenir, sehingga kreatifitas olahan tersebut nantinya dapat dijadikan alat pemasaran dan promosi di tempat wisata,” katanya.

Selain itu, sebut Bambang, di Wisata Batu Rede ini kita akan bangun tempat-tempat jajanan untuk memamerkan bermacam-macam hasil kreatifitas olahan daur ulang tersebut.

Dengan begitu, tambahnya, kita selaku pemerintah berharap ke depan tempat wisata seperti ini yang ditunjang dengan tempat kerajinan tangan daur ulang yang home industry berbasis di pesantren, berharap dapat mengangkat serta meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mengurangi pengangguran, sehingga daerah tersebut dapat tercipta kemandirian sesuai dengan visi dan misi Pemkab Mateng.

“Kita melibatkan banyak kalangan karena kita ingin merubah pemikiran kebanyakan orang, apakah itu dari pemuda, anak-anak yang masih mengenyang pendidikan, masyarakat, bahkan pengangguran, bahwa tempat-tempat seperti ini yang juga ada fasilitas pelatihan keterampilan pengelolahan usaha daur ulang dapat menjadi tempat mata pencahariaan mereka, dengan sala satunya keterampilan mengolah sampah tadi,” ujarnya.

Terkait anggaran perubahan untuk tempat wisata di Batu Rede kita akan bangun fasilitas, seperti tempat jajanan kuliner, tempat parkir mobil dan motor, Mushollah beserta toiletnya, pintu gerbang, serta gasebo.

Di tempat yang sama Kepala Desa Budong-Budong Patulana Inc Amran Tahir menambahkan, terkait untuk usulan dan masukan dari organisasi pemuda dan masyarakat Budong-Budong tentang perlunya pembangunan pemagaran tempat wisata Batu rede guna mencegah masuknya ternak-ternak masyarakat seperti sapi yang ada di desa tersebut.

“Untuk usulan itu dipastikan tahun ini belum dapat terpenuhi karena memang anggaran itu belum diposkan,” ujarnya.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR