Bupati Mamuju Habsi Wahid. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju menggelar rapat paripurna istimewa dengan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2018 di kantor DPRD Mamuju, Jumat, 12 Oktober 2018.

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Hj. Suraidah Suhardi dan dihadiri sejumlah anggota dewan. Hadir pula Bupati Mamuju Habsi Wahid beserta sejumlah kepala-kepala OPD lingkup Pemkab Mamuju.

Diwawancarai seusai rapat paripurna istimewa itu, Habsi Wahid mengatakan bahwa kita sudah melakukan pembahasan hari ini (Jumat, red.), menjawab hasil dari pandangan masing-masing fraksi yang ada di dewan. Selanjutnya akan bahas secara tekhnis antara OPD dan fraksi-fraksi terkait.

“Rapat selanjutnya akan dilakukan antara OPD dan fraksi terkait,” terang Habsi Wahid.

Telah jadi rumor bahwa APBD-P Provinsi Sulawesi Barat ketika asistensi ‘ditolak’ oleh Kemendagri di Jakarta. Bagaimana jika sekiranya APBD-P Mamuju terjadi hal yang sama, pendapat Anda?

Bupati Mamuju Habsi Wahid menjawab dengan mengatakan bahwa informasi yang kita dapatkan dari Kantor Gubernur Sulaweai Barat, kemungkinan ditolaknya APBD Perubahan mereka di Kemendagri, dan jika itu terjadi maka itu juga akan berimbas ke APBD Perubahan Kabupaten Mamuju. Yang akan mengasistensi APBD-P Mamuju adalah Pemprov Sulawesi Barat dalam hal ini gubernur.

“Kalau gubernur tolak, maka itu akan berakibat langsung pada APBD Perubahan kita,” ucap Habsi Wahid.

Lantas mengapa pembahasan APBD-P ini terlambat dibahas?

“Itulah kebiasaan-kebiasaan kita selama ini. Terus terang kadang telat waktu, ini juga menjadi warning di mana seharusnya pemerintah daerah itu tidak boleh lagi tidak menyikapi aturan yang sudah diatur dalam undang-undang,” jawab Habsi.

Kembali ke APBD-P Mamuju. Jika itu yang terjadi, pihak Pemprov Sulawesi Barat tolak saat asistensi, solusinya apa?

“Kalau APBD Perubahan ditolak, kita akan gunakan APBD Pokok (yang sebelumnya, red) yang akan datang,” tutup Bupati Habsi Wahid.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR