Bocah Misar, 15 tahun, penderita gizi buruk di Kabupaten Mamasa, Rabu, 4 April 2018. (Foto; Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Kisah menyedihkan kembali datang dari Dusun Kondo, Desa Sepang, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Seorang bocah berusia 15 tahun bernama Misar, diketahui mengidap kasus gizi buruk.

Di usianya yang ke-15, Misar, hanya memiliki berat badan sekitar 6 kg. Bocah malang ini selalu berusaha menggerakan tangannya namun tak mampu digerakkan lantaran sejumlah organ tubuhnya tak mampu bekerja sebagaimana mestinya akibat penurunan bobot berat badan.

Kemiskinan yang menjerat keluarga Misar, sejak lahir 15 tahun lalu, membuat itu tidak pernah bisa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dokter karena orang tuanya hanyalah buru tani.

Di sebuah rumah kayu berukuran 3×4 meter, di tengah kebun cokelat di Dusun Kondo, Desa Sepang, Misar, bocah malang itu, tinggal dengan ibunya, Farida.

Orangtua korban hanyalah seorang diri yang membesarkan si buah hatinya sejak suaminya meninggalkanya keluar kota pada 15 tahun lalu, yang hingga kini belum kembali.

Dengan mengandalkan pekerjaan sebagai petani cokelat (kakao), Farida tidak mampu membiayai pengobatan anaknya, sementara kondisi Misar dari hari ke hari kian memprihatinkan.

Rumah kayu berukuran 3×4 meter jadi tempat tinggal Misar dengan Ibunya, Kabupaten Mamasa. (Foto: Frendy)

Hidup dengan kondisi yang dialami Misar, tak bisa berbuat banyak, ia hanya terbaring di tempat tidur, dan sesekali digendong oleh ibunya. Sementara orangtuanya hanya pasrah menunggu datangnya keajaiban Tuhan menyembukan si buah hatinya ini.

Menurut Farida, ibu kandung Misar yang dikonfirmasi di kediamannya pada Rabu, 4 April 2018, menuturkan sejauh ini, Misar, hanya mendapat asupan gizi dari Puskesmas setempat.

Dengan kondisi keluarga yang misikin membuatnya tak mampu berbuat banyak untuk si buah hatinya, sehingga hanya membawahnya ke Posyandu Desa saja.

Kondisi lain yang dialami Misar, hingga tak mendapatkan perawatan medis yang cukup, karena tinggal di desa yang masih tergolong terpencil dan relatif jauh dari ‘ibu kota’ kecamatan.

Jarak dari kota kecamatan dengan tempat tinggalnya kurang lebih 11 km. Ditambah lagi dengan kondisi jalan yang tidak memadai, berlumpur dan becek.

Untuk menjangkau rumahnya saja, harus melalui jalan setapak yang sempit dan hanya dijangkau kendaraan roda dua.

Sementara, Kepala Puskesmas Messawa, Kristian yang dikonfirmasi terkait penyakit yang dialami Misar, mengungkapkan hal itu dialami Misar akibat kekurangan asupan gizi.

“Kami sudah melakukan upaya-upaya untuk perbaikan gizi termasuk pemberian makanan tambahan, namun sampai saat ini belum ada perubahan secara signifikan bagi tubuh Misar, karena selain kekurangan gizi juga ada bawaan penyakit sejak lahir,” ucapnya.

Menurut Kristian, saat ini Misar, bocah malang itu sangat membutukan penanganan dan perhatian yang lebih serius dari semua pihak. Selain penanganan dasar yang mampu dilakukan dari Puskesmas setempat.

FRENDY CHRISTIAN

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR