Maleo Town Square and Convention (Matos), Jalan Yos Sudarso, Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Ist.)

Tahun ini Mamuju kian dirambahi bisnis ritel, dari yang kelas kecil hingga yang super besar. Hotel berkelas bintang pun bertambah pula.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sudah menjadi rahasia umum, nasib bangunan dengan peruntukan bisnis ini seolah terkatung-katung. Bisa dibilang, di tahun 2018 inilah nasib baiknya kemudian mewujud, dengan dikebut pembenahannya hingga ia sudah bisa terbuka untuk pasar umum.

Politik dan bisnis—walau tak sedarah sekandung—bagai dua sisi mata uang, dia berbeda tapi jaraknya tak boleh jauh-jauh amat. Jika berang di politik, bisnis bisa menyatukan. Belum saling mengikat secara bisnis, politik bisa berantakan.

Selalu ada solusi untuk persahabatan yang belum tentu betul akan abadi.

Bisnis dan politik—di Mamuju dan di Sulawesi Barat misalnya—selalu menarik dicermati, terutama bagi kalangan yang berpikir, umpamanya.

Raksasa kembar di pantai barat Mamuju—sebutan lain Pantai Manakarra—yang dimaksud itu adalah Hotel Maleo dan Matos yang baru.

Konon, oleh salah seorang narasumber Penulis tempo dulu, ia bilang bahwa modal uang membangun Hotel Maleo—maksudnya dari mulai penimbunan pantai hingga pengisian hunian kamarnya—menghabiskan sekitar Rp 300 miliar.

Berapa untuk Matos? Belum terkonfirmasi hal ini.

Ia berdiri kokoh pada jarak terukur di pantai penuh pesona Mamuju, Sulawesi Barat. Keduanya dibangun di atas lahan berhektar-hektar dari bekas timbunan di bibir pantai itu.

Bangunan dengan segala bisnis besar yang dikandungnya, berdiri bagai dua sayap yang seolah menggerayangi pulau kecil Karampuang di depannya.

Kiriman ombak yang landai dari pulau wisata jodoh itu, kerap nian mengibaskan air laut ke tanggul pembatas sekaligus penopang dua raksasa yang kini tengah menggeliat itu.

Anjungan Pantai Manakarra yang terus dipersolek oleh yang punya wewenang dan kuasa, kian menambah pesona pantai barat Mamuju yang kian pagi, petang, jua di malam harinya kian berseliweran dus menyemut orang di situ.

Mamuju, ibu kota Provinsi Sulawesi Barat ini, tampak kian ramai. Terutama di sepanjang pantai atau di Jalan Yos Sudarso itu.

Rilis dari Matos

Di Jumat pagi tadi, 13 Juli 2018, pihak manajemen Maleo Town Square and Convention (Matos) mengirimkan bahan publikasi kepada sejumlah media, salah satunya media berita berbasis online.

Dalam keterangan tulisan pihak Matos, tertulis tanggal 11 Juli, namun dipublikasikan ke media pada pagi tadi. Teranglah bahwa Matos kini tengah menyiapkan diri untuk melakukan peresmian usaha ritel dan jasa hunian mereka (hotel baru).

Veronica Wijaya adalah Direktur Utama Maleo Town Square Hotel dan Convention. Ia sebutkan, saban tahun tingkat hunian di Mamuju meningkat sangat signifikan.

“Dapat dibuktikan dengan tingkat perekonomian serta peningkatan jumlah pengunjung, baik untuk bisnis ataupun wisatawan yang ada di Mamuju,” sebut Veronica Wijaya.

Matos adalah mall pertama di Sulawesi Barat. Mall ini telah dibuka sejak beberapa bulan lalu.

“Pada tanggal 16 Juli 2018, Maleo Town Square akan melaunching Hotel & Convention,” tambah Veronica.

Menurutnya, Hotel Matos mempunyai 90 kamar dengan tipe yang berbeda-beda, mulai dari kamar superior, deluxe hingga grand deluxe balcony—yang terakhir ini sekaligus menjadi kamar super andalan hotel baru ini.

Fasilitasnya, sebut Veronica, dalam kamar ada AC, air panas dan air dingin, international & national TV channel, 32” inch LED TV screen, wi-fi, dan sarapan pagi.

Fasilitas-fasilitas untuk hotel, katanya, ada ruangan besar atau ballroom dengan maximal kapasitas 1000 orang dan meeting room, akses langsung ke mall, ATM Center, 24 jam reception, dan 24 jam room service.

Tambahan lagi, special opening rate untuk harga kamar dimulai dengan harga Rp. 350.000,-/room/night—syarat dan kondisi berlaku. Sedangkan untuk meeting room berkisar dari harga Rp. 50.000,-/pax.

“Kami telah membuka reservasi untuk kamar dan dapat menginap mulai tanggal 16 Juli 2018,” ujar Veronica Wijaya.

Sebagai penutup, Vero sebut, informasi reservasi bisa melalui layanan aplikasi Whatsapp (081244636337) atau telepon kantor: 0426-233122. Kontak informasi: Direktur Utama Veronica Wijaya (08114212991) atau email: [email protected]

ARISMAN SAPUTRA/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR