Tampak begitu banyak sesajen yang dibawa oleh warga saat melakukan upacara Melasti di Pantai Lamba-lamba, Tommo, Mamuju Tengah. (Foto: Rosdiana)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Hari Raya Nyepi tahun 2018 ini jatuh pada Sabtu, 17 Maret 2018. Masyarakat di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju dan Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah telah mulai menyambut Hari Raya Nyepi itu dengan menggelar kegiatan bernuansa reliji.

Kegiatan peribadatan Umat Hindu yang dimaksud itu adalah Melasti, dilaksanakan di Pantai Lamba-lamba, Pangale, Mamuju Tengah, Rabu, 14 Maret 2018.

Dalam ajaran Hindu, Melasti merupakan tradisi kala hari hari besar datang, yang tujuannya untuk mensucikan diri lahir dan batin. Salah satu hari besar yang mesti bikin Melasti adalah di Hari Nyepi ini.

Bagi warga Desa Lamba-lamba, kegiatan Melasti memiliki beberapa tahapan yaitu membasuh muka, kaki, dan tangan dengan air laut. Kemudian melabuhkan kotoran alam dengan air kehidupan.

“Selama saya di Lamba-lamba, tradisi Umat Hindu ini sudah biasa bagi kami. Setiap menyambut hari-hari besar, mereka akan melakulan hal-hal yang menjadi bagian dari anjuran dalam keyakinan mereka,” kata salah seorang warga kepada laman ini.

Upacara Melasti yang dilakukan oleh Umat Hindu di Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah dan Kecamatan Tommo, Mamuju, Rabu, 14 Maret 2018. (Foto: Rosdiana)

Dalam kegiatan Melasti, berapa orang yang mengikutinya?

Menurut sumber yang lain, yang juga warga Desa Lamba-lamba di tempat kegiatan Melasti itu, biasanya diikuti oleh sejumlah warga dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju dan Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah.

“Jumlah peserta yang mengikuti upacara Melesti ini sekitar 500 orang,” katanya.

Ia menambahkan, mereka juga membawa sesajen yang berisi kue dan buah-buahan. Jika ia mampu, sesajen itu dibawa setiap satu keluarga atau bahkan perorangan. Isi sesajen itu bisa dimakan bersama-sama tempat upacara Melasti bisa juga dibawa pulang ke rumah.

ROSDIANA/ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR