Ki-Ka: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat Drs. Farid Wajdi, M.Si, Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Dr. Muhammad Idris DP, dan perwakilan Kementerian Pariwisata RI dalam acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Pariwisata Tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Hotel Pantai Indah, Mamuju, Kamis, 21 Maret 2019. (Foto: Humas Pemprov Sulawesi Barat)
Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Dr. Muhammad Idris DP beri sambutan dalam acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Pariwisata Tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Hotel Pantai Indah, Mamuju, Kamis, 21 Maret 2019. (Foto: Humas Pemprov Sulawesi Barat)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Dr. Muhammad Idris DP mengharapkan kepada para stakeholder agar dapat merubah mindset terhadap kemajuan pariwisata Provinsi Sulawesi Barat.

“Begitu banyak potensi yang kita miliki tetapi kita belum mau menggarap bersama-sama, faktanya tiap-tiap kabupaten bekerja sendiri, ego sektor atau ego kedaerahan tidak ada tempatnya di kepariwisataan,” kata Dr. Muhammad Idris saat menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Pariwisata Tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Hotel Pantai Indah, Mamuju, Kamis, 21 Maret 2019.

Mantan Kepala LAN Makassar pada kesempatan tersebut juga menyampaikan, membahas pengembangan pariwisata Sulawesi Barat berarti membahas keuntungan besar bagi Sulawesi Barat dalam rangka pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah ke arah yang lebih maju.

Untuk itu, sebut Dr. Muhammad Idris, dibutuhkan perubahan mindset yang baik bagi seluruh stakeholder terkait dalam memajukan pariwisata Sulawesi Barat. Selain itu, juga diperlukan konektiflvitas yang saling bersinergi dan dalam kemasan satu rangkaian, dari kabupaten yang ada di Sulawesi Barat.

“Terdapat ratusan titik objek wisata yang dapat dikembangkan di Provinsi Sulawesi Barat, di mana Sulawesi Barat memiliki daya tarik tersendiri dalam keaneka ragaman potensi sumber daya alamnya, dimulai dari keaneka ragaman hayati, objek wisata bahari, kuliner, budaya, dan produk-produk lokal asli kedaerahan seperti kain tenun sutra Mandar,” sebut Muhammad Idris.

Masih kata Muhammad Idris, suatu kebanggaan besar jika seluruh unsur terkait dapat berkumpul dalam melakukan rencana aksi, sebab berbagai kelebihan daerah yang kaya tidak dapat hidup jika tidak adanya kolaborasi antara satu dengan lain baik dari instansi pemerintahan, perhotelan dan masyarakat.

Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Pariwisata Tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Hotel Pantai Indah, Mamuju, Kamis, 21 Maret 2019. (Foto: Humas Pemprov Sulawesi Barat)

“Sudah saatnya pariwisata Sulawesi Barat tidak boleh dikelola orang amatiran,” tegas Muhammad Idris.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat Drs. Farid Wajdi melaporkan, dunia  pariwisata merupakan sumber pendapatan terbesar kedua bagi negara Indonesia, maka dari itu pemerintah daerah Sulawesi Barat telah menggejot program-program kepariwisataan dalam rangka memajukan potensi objek wisata Sulawesi Barat.

Melalui tema pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat, kegiatan tersebut diharapkan dapat menyentuh secara tepat dalam program-program kerja Dinas Pariwista ditiap kabupaten sehingga kegiatan daerah dapat terbingkai erat dan tersrukur dengan baik dalam rangka mendorong pengembangan daerah.

“Hari ini kami menyusun sebuah rencana desain dalam rangka mempertemukan visi dan misi kepariwisataan, dan hal ini menyangkut masalah orang, siapa yang harus mengerjakan apa agar tidak terjadi tumpang tindih,” beber Farid Wajdi.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Biro Keuangan Kementerian RI, Kepala Bapedda Sulawesi Barat Dr. Junda Maulana, perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat serta para tamu undangan se- Sulawesi Barat. Advertorial

FARID

TINGGALKAN KOMENTAR