Warna langit merah merona saat matahari mulai tenggelam di Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa. (Foto : Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Puncak desa wisata Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tak hanya menawarkan kesejukan alam kaki gunung Mambulilling dan hamparan persawahan serta anggek-anggrek cantiknya. Namun ada setangkup keindahan semburat jingga dan lembayung kala senja menjelang atau matahari tenggelam.

Warna langit merah merona saat matahari mulai tenggelam begitu incaran sejumlah penikmat alam. Matahari tenggelam di antara bukit yang yang ditumbuhi pepohonan  pinus,berlatar hamparan persawahan dan perkampungan tradisional menjadi ciri khas tersendiri sore itu. Jurnalis transtipo yang merekam tenggelamnya matahari di ufuk barat dari puncak Bukit Desa Tondok Bakaru beberapa hari lalu.

Udara dingin sejuk mulai menusuk hingga pori-pori. Perbukitan berlahan tertutup kabut awan begitu menyejukkan Bumi Kondosapata perlahan warna langit beruba warna, jingga keemasan ketika matahari senja memancar. Saat itulah keindahan matahari tenggelam tersaji sempurna di puncak ini.

Senja pun datang menyongsong malam hari, terlihat sejumlah pengunjung begitu sibuknya mengabadikan moment itu, tak jarang dari mereka berdiri dan berswa foto diatas 2 perahu bambu yang disiapkan, dengan latar matahari tenggelam, begitu memuaskan hati.

“Tak ada foto indah yang saya miliki, kecuali foto yang saya ambil disini, latarnya matahari tenggal (Sunset),” tutur Dian, salah satu pengunjung.

Ia mulai bercerita, jika masih banyak pontensi wisata alam yang Tuhan telah ciptakan untuk Mamasa namun  belum terjamah. Ia berandai suatu hari kelak Mamasa ini menjadi tujuan jutaan orang berlalulang, dengan bahasa yang  kadang tak dimengerti.

“Saya membayangkan jika suatu saat, Mamasa ini dipenuhi bulek-bulek cantik,” katanya, bercanda.

Memang tidak muda mendapat moment seperti itu apalagi jika cuaca musim penghujan tapi itu tergantung jika jika alam berpihak pada anda. Waktu yang pasas berburu sunset jika musing kemarau telah tiba.

Objek wisata sawah yang berada di Desa Tondok Bakaru, (Foto: Frendy)

Di desa ini juga tersedia pilihan tempat wisata lain yang bisa dinikmati, sebelum menyaksikan matahari tenggelam seperti wisata sawah serta beberapa wisata taman anggrek

Menikmati suasana matahari tenggelam di pucak ini, tak perlu membuang energi banyak-banyak, lokasinya kian dekat dari pusat kota Mamasa hanya berjarak 1,5 Km saja cukup dan bisa dijangkau roda 2 maupun roda 4.

FRENDY

TINGGALKAN KOMENTAR