Foto: Arisman

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar jumpa pers terkait perkembangan indeks harga konsumen/inflasi bulan Maret 2019di Mamuju pada Kamis, 2 Mei 2019.

Kegiatan ini digelar di aula lantai II Kantor BPS Sulbar, Jl RE Martadina No 10 Simboro, Mamuju. Dipandu oleh Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulbar Fredy Takaya. Hadir pula lembaga pemerintah daerah, perbankkan, dan sejumlah wartawan.

Dalam pemaparannya Fredy Takaya menjelaskan, berdasarkan hasil survei 82 kota di Indonesia pada April 2019 menunjukkan 77 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi.

“Dari 77 kota yang mengalami inflasi, Mamuju berada di urutan ke 72 dengan inflasi 0,17 persen,” ungkap Fredy Takaya.

Fredy Takaya mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan 1,30 persen dan terendah di Kota Parepare yakni 0,03 persen. Sedangkan deflasi tertinggi berada di Kota Manado yakni 1,27 persen dan terendah di Maumere dengan deflasi sebesar 0,04 persen.

Fredy Takaya juga memaparkan bahwa terjadinya inflasi di Mamuju di bulan April 2019 disebabkan karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh empat kelompok pengeluaran.

Pertama, kelompok bahan makanan 0,42 persen. Kedua, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,15 persen, Ketiga, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,06 persen. Kempat, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen.

“Jika tingkat perubahan indeks tahun kalender April 2019 di kota Mamuju, deflasi sebesar 0,43 persen, maka tingkat perubahan dari tahun ke tahun April 2019 ke April 2018 maka inflasi sebesar 0,89 persen,” tutup Fredy Takaya.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR