Tanggap Bersama Banjir Nosu, Warga Terdampak Butuh Makanan, Obat, dan Air Bersih

1640
MUSIBAH BANJIR DI NOSU, KABUPATEN MAMASA, SULAWESI BARAT. (FOTO: ISTIMEWA)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Empati bersama ditunjukkan banyak pihak pasca banjir yang terjadi di Kecamatan Nosu pada Kamis, 7 Maret 2023.

Sejak Jumat pagi, 8 Maret — baik di Mamasa kota maupun di kecamatan — yang terbaca di media percakapan berjejaring, seruan solidaritas musibah Nosu bersambung rupa. Sejumlah kelompok masyarakat serukan agar bersedia membantu masyarakat Nosu sesuai kerelaan.

Kelompok lainnya, sebagai instrumen pemerintah daerah telah lebih dulu berangkat pasca informasi banjir itu menyebar di beragam kanal informasi.

Informasi terkait banjir Nosu ditangkap banyak orang melalui sejumlah akun media sosial, tentu pemilik atau penyebar pertama adalah masyarakat Nosu sendiri.

Di tengah kesibukan rutinitas dan bejibun kegiatan perayaan HUT ke-22 Kabupaten Mamasa, yang puncaknya pada 11 Maret 2024, Pj Bupati Mamasa Dr. Muhammad Zain bersama rombongan Pemkab Mamasa telah berangkat ke Kelurahan Nosu, Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa.

Jumat pagi, Doktor Zain masih membuka acara rupa-rupa pagelaran budaya di tribun lapangan. Setelahnya — dibenarkan orang dekat Pj bupati — sekitar pukul 10.00 WITA, ia berangkat ke Nosu.

Hujan turun lebat sejak Rabu, 6 Maret, mengakibatkan Sungai Nosu meluap. Air sungai dengan volume cukup besar merambah kemana-mana: menerjang jembatan, meluber hingga merendam ratusan hektar persawahan milik warga.

Informasi yang beredar itu, banjir Nosu terdampak pada 2 desa dan 1 kelurahan, yakni Kelurahan Nosu, Desa Siwi, dan Desa Batupapan. Akibat banjir ini, puluhan kepala keluarga di tiga desa/kelurahan tersebut terdampak.

Masalah yang muncul kemudian, warga yang terdampak bencana itu butuh makanan, obat-obatan, dan air bersih.

Cuaca belakangan ini sungguh ekstrim. Sebulan terakhir di Kabupaten Mamasa hampir setiap hari/malam hujan turun lebat dan lama.

Meski letak geografis Kecamatan Nosu berada pada ketinggian 2.573 mdpl, toh banjir tak pilih tempat dan alam tak mungkin disalahkan. Kuncinya — pasca banjir datang — mari tanggap bersama, turut membantu: cara paling rendah, ya, mendoakan sesama agar tabah dan semua tetap selamat.

SARMAN SAHUDING

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini