Gubernur Sulbar Carlo B Tewu (dua dari kiri) saat mengikuti salah satu kegiatan di Mamuju, beberapa waktu lalu. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di Sulbar, saat ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Mengapa? Dalam sambutan Pj. Gubernur Sulbar  Carlo B Tewu pada acara Serah Terima Jabatan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar, Rabu, 1 Maret 2017, menyampaikan, sesuai data dari pusat, penduduk Sulbar saat ini sudah teridentifikasi 17 persen penyalahgunaan narkoba.

“Ini merupakan tantangan bagi semua stakeholder terutama bagi pemerintah daerah. Tapi, dengan adanya penguatan serta pergantian pejabat BNNP Sulbar, saya percaya semua permasalahan yang ada saat ini pasti dapat teratasi dengan baik. Selain itu, juga dibutuhkan sinergitas bagi semua stakeholder, dapat bekerjasama pada setiap program pemerintah dalam mencegah penyebaran narkoba di Sulbar,” kata Carlo B Tewu.

Tidak hanya itu, Carlo juga menyampaikan, secara teknis BNNP Sulbar akan bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Sulbar dalam membuat program pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sulbar.

Dan untuk program tersebut, Pemprov Sulbar akan mendukung penuh. Salah satu program utama yang akan diterapkan ialah melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah dan guru-guru SMP/SMA sederajat.

Untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba di Sulbar, Carlo berharap pemerintah daerah bersama dengan BNNP Sulbar dan Polda Sulbar bersama-sama dapat menekan pengguna dan pemakai narkoba agar tidak terus bertambah.

“Harus ada keterlibatan masyarakat agar masyarakat tidak terlibat dari penyalahgunaan narkoba,” jelas jenderal bintang dua tersebut.

Tak lupa pada kesempatan tersebut, Carlo berpesan agar tetap menjaga semangat kerja, karena melalui semangat bisa berkolaborasi dan semua hambatan-hambatan bias teratasi dengan baik.

Kepala BNNP Sulbar yang baru dilantik Kombes Pol. Dedi Sutarya mengemukakan, target BNNP Sulbar tahun 2017 terbagi atas dua item, yaitu internal dengan mengelolah kelembagaan/organisasi untuk mewujudkan staf dan anggota BNNP Sulbar yang profesional, modern, dan akuntabel.

Sedangkan eksternal, yaitu melaksanakan program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan narkoba (P4GN) yang dilaksanakan secara terkoordinasi dan kerjasama lintas sektor dan instansi, yakni dengan meningkatkan daya tangkap masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba dan mewujudkan kemandirian masyarakat serta stakeholder berpartisipasi dalam pelaksanaan P4GN, meningakatkan mantan penyalahguna dan pecandu narkoba tidak kambuh kembali, melemahkan atau memutus aktifitas jaringan sindikat peredaran gelap narkoba, serta meningkatkan produk dan pelayanan hukum serta kerjasama lintas sektoral dalam melaksanakan P4GN.

Dedi Sutarya juga menyampaikan, potensi dan permasalahan berfokus kepada empat hal yaitu, masyarakat tidak menyalahgunakan narkoba, masyarakat tidak terlibat peredaran gelap narkoba, penyalahguna, pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba, pulih dan tidak kambuh kembali, jaringan dan peredaran gelap narkoba yang dilumpuhkan.

“Peredaran narkoba di Sulbar sangat signifikan. Hal tersebut diprediksi melewati jalur laut dikarenakan banyaknya pelabuhan-pelabuhan yang tidak lagi beroperasi merupakan peluang besar bagi para pengedar.

Tidak hanya itu, menurutnya, kurang lebih 99 persen peredaran narkoba melalui jalur laut. “Kita akan bekerjasama tentang sasaran-sasaran itu. dan, yang jelas akan ada operasi terpadu,” kunci Dedi Sutarya.

FARID/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR