Maikhal R, SH (35 tahun), pengurus inti DPC Partai NasDem Kabupaten Mamasa. (Foto: Sarman Sahuding)

TRANSTIPO.com, Mambi – Roy belum pulang ke rumahnya meski sudah malam. Lelaki paruh baya ini masih harus mengatur kendaraan roda dua pada ruang yang tak begitu lapang.

Antara pembatas lokasi dan dinding bangunan tak lebih dua meter saja. Di situ dengan cekatan Roy memarkir kendaraan dan memastikan dalam kondisi aman sebelum ia berlalu.

Pemuda Roy tak sendiri. Di dalam ruangan di lantai dasar tak bersekat ada Nurlia, seorang perempuan remaja 20-an tahun.

Pada Jumat, 26 Februari itu, waktu telah menunjukkan pukul 08.15 WITA, Nurlia juga belum pulang sebelum segala hal berupa administrasi ia rapikan.

Nurlia terlihat menyibukkan diri di kursinya. Tumpukan kertas di atas meja telah ia susun rapi. Sesekali ia membalikkan badan sembari membuka lemari kaca persis di belakang kursinya.

Roy dan Nurlia adalah staf kantor Sekretariat DPD Partai NasDem Kabupaten Mamasa.

Kantor DPD Partai NasDem Kabupaten Mamasa di Rante-Rante, Kelurahan Mamasa, Kabupaten Mamasa. (Foto: Sarman Sahuding)

DPD Partai NasDem Kabupaten Mamasa sengaja memilih sekretariat persis di kelokan tajam agak di perbukitan yang menyolok secara kasat di Rante-Rante, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa. Selusinan umbul-umbul berlogo partai tegak berhias di sepanjang bagian depan kantor partai, persis di pinggir jalan utama kota.

Sepekan lebih lalu, Maikhal R, SH (35) menerima kru laman ini di ruang tengah Sekretariat Partai Nasdem Kabupaten Mamasa.

Ekel — sapaan akrab lelaki Rantim ini — mengaku kaget dengan manajemen kepemimpinan partainya sejak di bawah nakhoda Robinson, SH, MH (39).

Memang, pada awal 2020 lalu, Robinson didaulat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Mamasa selama periode lima tahun ke depan.

“Betul-betul partai ini dibuat modern oleh pak ketua,” kata Ekel sembari geleng-geleng kepala.

Ia bilang, termasuk satu orang kepala kantor dan dua orang staf, sampai malam masih ada di kantor. ” Meski pimpinan ada di Jakarta, beliau memonitor kami tiap hari.”

Jangan dibilang urusan kedisiplinan di kantor. “Kalau pintu kantor tertutup sekali saja di waktu hari dan jam kerja, pak ketua pasti marah,” ujar Ekel pada Jumat malam, 26 Februari 2021.

Figura berukuran besar oleh sang pendiri Partai NasDem, Surya Paloh, yang menempel di dinding, seolah hendak memberi kesan partai ini meski terus berbenah.

Di kantor itu terdapat dua ruang toilet kecil yang bersih. Kran airnya mengalir. Satu stel sofa untuk memanjakan tetamu. Lantainya dilapisi karpet berwarna cokelat muda. Di pojok ruangan — kecuali dekat pintu masuk — sejumlah bendera berdiri tegak. Robinson dan Ekel hendak mengesankan partai ini tampil berubah dan maju.

Ruang kerja di Kantor DPC Partai NasDem Kabupaten Mamasa. (Foto: Sarman Sahuding)

Pemuda Ekel kerap memuji cara kepemimpinan ketuanya, yang sangat disiplin dan perhatian.

“Kantor partai kami disewa Rp10 juta. Tapi pak ketua sudah beli sebidang tanah tidak jauh dari sini. Kantor partai sementara dibangun. Tidak lama lagi sudah tidak perlu sewa,” kata Ekel.

Selain urusan internal partai, Ekel bercerita, pada 2020 lalu hingga Februari 2021 ini, pak Robinson instruksikan agar partai fokus kegiatan sosial.

“Kami satu-satunya partai yang memberikan sumbangan kepada masyarakat Tabulahan yang jadi korban bencana banjir bandang. Kami berikan bantuan kepada warga yang terkena musibah kebakaran di Kecamatan Bumal. NasDem juga partai pertama yang menyalurkan bantuan pasca gempa di Majene dan Mamuju, Sulbar, 15 Januari lalu. Bahkan, kita buka poski di Kompleks GTM di Bukit Zaitun Mamuju untuk membantu para korban terdampak gempa tersebut,” urai Ekel.

Tidak hanya itu, Ekel menambahkan, “Kami juga ke Baruru, Mambi, dan Mamasa tentunya untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa yang memilih mengungsi.”

Robinson membawa partai NasDem Mamasa untuk terus bergerak. Ekel bercerita banyak terkait giat partainya di bawah kendali lelaki Tabulahan kelahiran Mambi itu.

“Ketua sudah rencanakan untuk melakukan bedah rumah bagi warga yang tak mampu di Kabupaten Mamasa,” ujar Ekel.

Nurlia, salah seorang staf di Kantor DPD Partai NasDem Kabupaten Mamasa. (Foto: Sarman Sahuding)

Selain itu, kata Ekel, dalam waktu dekat ini partai NasDem akan melakukan road show. “Ini untuk penyegaran dan penguatan partai serta pengurus di sejumlah kecamatan.”

Penguatan dan kekuatan NasDem di Mamasa bukan pada narasi semata. Pada Pemilu 2019 lalu, Partai NasDem mampu merengkuh 4 kursi di Parlemen Kabupaten Mamasa: 2 kursi dari Dapil III dan masing-masing 1 kursi dari Dapil II dan I.

Empat kursi di Parlemen Mamasa, tenang benar partai memilih kader terbaiknya untuk naik menjadi Ketua DPRD Kabupaten Mamasa untuk periode 2019-2024, yakni Orsan Solaeman.

Di kawasan Rante-Rante, Partai NasDem tak sendiri yang tengah bersolek rupa. Partai beragama warna: merah, hijau, kuning, biru, putih, oranye, dan yang lainnya juga tampak mengilau — paling tidak dari depan kantot mereka.

Nakhoda partai-partai itu pun bukan sembarang orang. Mereka memimpin partai dari hasil menempa diri selama waktu tak singkat, bergelut di ranah yang keras untuk bisa sampai di puncak.

Memang, NasDem Kabupaten Mamasa jawara saat ini. Ia tak boleh lengah. Riwayat juara bertahan secara beruntun, sungguh tantangan berat di kabupaten tinggi yang dingin ini.

SARMAN SAHUDING

TINGGALKAN KOMENTAR