Hafid Pratama

Tokoh muda Golkar dari Sulbar ini buka-bukaan.

Ia sesumbar ‘kuliti’ AIM dan ABK.

Simak pernyataannya berikut ini.

TRANSTIPO.com, Polewali – Hafid Pratama, Pengurus DPP Partai Golkar dan juga Ketua Bidang Kadernisasi DPW Partai Golkar Sulbar, beri pendapat yang menghentak publik Sulbar.

“Saya tak yakin Andi Ibrahim Mandar (AIM) akan pakai atau kendarai Partai Golkar dalam pemilihan bupati (Pilbub) Polman 2018 nanti,” kata Hafid Pratama melalui telepon tanpa kabel kepada kru laman ini pada Rabu, 12 Juli 2017.

Kabar menyengat itu datang dari Jakarta, tempat Hafid kini bermukim. “AIM itu salah loket. Semestinya merapat dulu ke DPD (DPD Golkar Sulbar, red) baru mencari jaringan ke pusat,” sindir Hafid.

Karena, menurut lelaki dari Mapilli, Polman ini, konstalasi di DPP Partai Golkar saat ini lagi kisruh terkait posisi Ketua Umum Partai Golkar.

Kata Hafid, posisi Setya Novanto kini dalam penanganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga konsolidasi tingkat tinggi terus bergulir.

“Kalau AIM lewat petinggi DPP Partai Golkar, seharusnya diawali dari bawah. Jangan langsung menembak ke pusat. Karena wewenang itu ada di DPD Golkar Sulbar. Kini kelompok NH (Nurdin Halid, red) yang banyak berperan dalam menyelamatkan Golkar,” kata Hafid Pratama.

Pernyataan berikut Hafid tak kalah hot. “AIM ini bisa senasib Abubakar Kadir (ABK). Dia juga salah loket tatkala ingin jadi Ketua DPRD Polman. Saat itu SK DPP jatuh ke tangan Fariuddin wahid,” ungkap Hafid Pratama, mantan Komisaris Partai Golkar Kecamatan Mapilli, Polman, Sulbar.

Untuk itulah, hematnya, agar kesahan ini tak terulang, mestinya ‘kosong satu’ di Polman (AIM, red) mesti belajar dari banyak pengalaman melihat kondisi perpolitikan.

Karena jelas, katanya, kalau lewat tokoh Golkar Mandar (Sulbar, red) yang besar di pusat, maksudnya Iskandar Mandji, lalu ke Jusuf Kalla (JK) itu kurang matang.

“Jadi mesti konsolidasinya lewat loket yang lagi naik daun di DPP,” kata Hafid Pratama.

Sementara, Hasbullah, pengurus Golkar dan mantan Caleg Partai Golkar dari dapil 5 Polman mengatakan, sampai hari ini belum ada SK atau rekomendasi siapa yang akan mengendarai Partai Golkar pada Pilbub nanti.

“Partai Golkar ini partai besar. Matang. Pasti akan melihat kondisi kekinian siapa yang pantas. Logikannya, masak mau berikan kepada calon yang surveynya rendah. Jadi mesti kita rasional. Kalau toh ada pernyataan AIM, pusat merestui itu wajar-wajar saja. Itu kan baru sebatas isu yang digelindingkan. Belum pasti. Semua kita serahkan ke DPP,” urai Hasbullah.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR