TRANSTIPO.com, Mamasa – Beberapa siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Mambi, Kabupaten Mamasa, terancam tak dapat mengikuti Ulangan Semester penaikan kelas karena belum membayar uang komite sebesar 210 ribu rupiah.

Pihak sekolah membebankan uang komite terhadap peserta didik sebesar Rp 35.000 per bulan, sementara tiap semesternya sebesar 210 ribu rupiah.

Sementara diketahui dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 75 tahun 2016 tentang komite, tidak diperbolehkan memungut biaya kepada peserta didik. Yang dibolehkan hanya partisipasi yang sifatnya kerelahan sesuai kemampuan, bukan pemaksaan bagi siswa.

Hal tersebut diakui salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya, ia mengaku jika pihak sekolah telah membebankan uang komite kepada peserta didik tiap semester.

“Aturannya bisa bayar tiap bulan, bisa juga tiap semester, kalau tiap bulan 35 ribu rupiah tapi kalau per semester 210 ribu rupiah”, ungkap salah satu orang tua siswa yang enggan disebut namanya, Sabtu 21 Desember 2019.

Diakuinya, dengan adanya pungutan bagi siswa yang dilakukan pihak sekolah, sangat membebankan orang tua siswa karena terkesan di paksakan tanpa melihat latar belakang para peserta didik.

Disebutkannya, siswa yang memiliki saudara dalam sekolah itu maka tarif pembayarannya sebesar 240 ribu rupiah tiap semester.

“Tidak apa-apa ada partisipasi seandainya tidak terlalu banyak, apalagi sekarang kan sudah berjalan sekolah gratis, kenapa lagi ada pembayaran,” katanya.

Parahnya, jika siswa tidak melakukan pembayaran sampai pada waktu yang ditentukan yaitu jelang semester, maka terancam tidak akan mengikuti proses semester penaikan kelas.

Hal itu dibantah Kepala Sekolah SMA Negri 1 Mambi Jasmilawati. Diakuinya pembayaran uang komite sesuai hasil rapat orang tua siswa dengan pihak komite.

Iapun menegaskan, pembayaran yang di lakukan pihak sekolah tidak pernah mematok harga yang dibebankan kepada peserta didik.

“Jadi kami tidak pernah patok uang komite sekolah, namanya juga sumbangan,” tandasnya.

Dikatakannya, jika ada peserta didik yang bersamaan sekolah dengan saudara kandungnya, akan diberi keringanan dalam partisipasi pembayaran komite.

“Begitupun bagi yang tidak mampu diberikan keringanan, yakni dibebaskan dalam uang komite sekolah,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini