Drs. Salam Haryanto (kiri), salah seorang dosen senior IAI DDI Polewali, Polman, dalam sebuah kegiatan di kampus IAI DDI Polewali, beberapa waktu lalu. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Sebuah seminar sehari reliji level nasional akan dilaksanakan tak jauh dari makam salah seorang kiai kesohor, KH Muhammad Tahir atau populer disebut Imam Lapeo, Campalagian, Polman, Sulbar.

Rencana seminar keagamaan itu akan dihelat pada 28 Oktober 2017 mendatang. Seminar ini memilih tema ‘Pendidikan Karakter dan Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam Dunia Pendidikan Abad 21’.

Para pembicara, antara lain: Dr. H. Anwar Sewang, M. Ag (Dosen STAIN Parepare, Sulsel), Dr. Muslimin, M.Si (Dosen STIE Sangatta, Kaltim), Adnan Firmansyah, S.Keb, M.Keb (Dosen Biges), dan Mihram, S.Pd, M.Si, M.Pd (Direktur GEG Sulbar).

Seminar ini akan dilaksanakan atas kerjasama dua lembaga: Institut Agama Islam (IAI) DDI Polewali dengan GEG Sulbar. Ketua panitia pelaksana seminar Mihram, ketika ditemui di kampus IAI DDI Polewali, Sabtu, 30 September 2017, mengatakan bahwa seminar ini digelar untuk tenaga pendidik/dosen guna menambah wawasan terkait isu global, akhir-akhir ini.

“Pendidikan karakter yang akan menjadi produk masa depan yang akan menciptakan generasi baru, yang bisa memahami ilmu dan teknologi sesuai bidang yang digelutinya,” kata Mihram kepada laman ini.

Sumberdaya manusia, kata Mihram, yang dibutuhkan Indonesia saat ini. bukan hanya semata terkait teknologi, namun pembinaan akhlak sangat penting.

“Bidang sains dan agama mesti sejalan dan sepaham sehingga lahir insan yang beriman, bertaqwa, berilmu, dan ihsan secara paripurna. Sehingga kita lahirkan prodak anak bangsa yang berkualitas cinta tanah air, agama, dan bangsa,” jelas Mihram.

Jika tak ada aral, kata Mihram, seminar ini akan dihelat di Gedung Mario Campalagian, Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Pappan, Campalagian, atau hanya sekitar 300 meter dari Masjid Besar Imam Lapeo.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR