UKM Seni Teater Bala Tau Art kampus IAI DDI Polman, siap boyong kembali Festival Teater 2016 yang dilaksanakan di Polman, tengah Oktober ini. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polman – Rektor Institut Agama Islam (IAI) DDI Polman Dr KH Anwar Sewang, MA bersedia menerima transtipo.com, di ruang kerjanya di kampus IAI, Jalan Gatot Subroto Manding, Madatte, Polewali, Minggu, 9 Oktober 2016.

Anwar Sewang mengatakan, pada November 2016 akan berlangsung perhelatan akbar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM ) Seni Teater Bala Tau Art. UKM ini akan jadi tuan rumah Festival Teater Mahasiswa (FTM) yang akan diikuti 22 perguruan tinggi se-Sulbar dan Sulsel.

Menurut Anwar Sewang, Teater Bala Tau Art merupakan teater binaan budayawan dan seniman yang juga dosen Sastra di kampus IAI DDI.

Sesuai pengakuan Anwar Sewang, “Sudah beberapa kali juara festival. Pada FTM ke-9 dan ke-10, Teater Bala Tau Art yang boyong pialanya. Namun pada FTM ke-11 (2015), kelompok teater ini kalah dari kelompok teater Universitas Negeri Makassar (UNM), tapi pada festival 2016 nantinya Bala Tau Art target juara lagi.

Rektor IAI DDI Polman Dr KH Anwar Sewang, MA (tengah) ketika beri keterangan pers di ruang kerjanya, Minggu, 9 Oktober 2016. (Foto: Burhanuddin HR)
Rektor IAI DDI Polman Dr KH Anwar Sewang, MA (tengah) ketika beri keterangan pers di ruang kerjanya, Minggu, 9 Oktober 2016. (Foto: Burhanuddin HR)

“Insya Allah acara akan dilaksanakan di gedung olahraga (GOR) S. Mengga atau di area Sport Center Polman pada tanggal 11 – 18 Oktober 2016. Ketua panitia dari UKM Bala Tau Art yakni Ismail, dengan tim kerja sejumlah mahasiswa IAI DDI Polman,” kata Anwar Sewang.

Di tempat yang sama, pembina Teater Bala Tau Art, Asnun Khaimuddin, mengatakan, Bala Tau Art yang pernah mementaskan cerita romantis rakyat Mandar, yakni kisah Guru Mattata dan Hadara merupakan karya dan sutradara Adil Tambono beroleh pujian dari sejumlah pelaku teater di perguruan tinggi di Sulsel dan Sulbar. Dengan prestasi dua kali juara di ajang FTM, IAI DDI Polman didaulat jadi tuan rumah FTM 2016.

Hal senada disampaikan oleh pemerhati seni yang juga dosen IAI DDI, Bang Seto Abana Itauwal. “FTM ini adalah ajang silaturahim para pekerja seni kampus dan sekaligus sumbangsih pemikiran para pekerja seni dan kebudayaan. Tujuannya membangkitkan nilai seni mahasiswa dan sebentuk persembahan kepada pembangunan bangsa dan negara tercinta.

“Lewat seni dan budaya yang kita cuatkan ke permukaan akan membawa nilai tersendiri bagi generasi muda bangsa. FTM 2016 Sulsel dan Sulbar kali ini, kita sepakat mengangkat tema Membaca Tradisi, artinya kebangkitan seni berakar dari nilai-nilai tradisi. Di Mandar ini, kami banyak mengadopsi cerita-cerita rakyat sebagai akar pementasan. Beginilah Teater Bala Tau Art berkarya untuk seni, dan seni untuk kita semua sebagai bentuk apresiasi menghargai nilai tradisi dan budaya di tanah malabiq Mandar. Lewat FTM ini kami berharap semua warga Polman menyukseskannya,” urai Bang Seto Abana Itauwal.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR