Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa Muhammad Syukur. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Beberapa pekan terakhir sejumlah netizen di Mamasa diributkan adanya dugaan pemotongan insentif Dana Terpencil (Dacil) bagi sejumlah guru-guru, oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa.

Hal ini menjadi perbincangan serius bagi masyarakat Mamasa di Sosial Media (Sosmed).

Namun hal itu dibantah oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Mamasa Muhammad Syukur. Menurutnya Dacil bagi Guru-guru itu langsung diterima melalui rekening masing-masing tanpa ada hubungan dengan pihak Disdikbud.

Dikatakan Syukur, adanya issu itu dikarenakan muncul kecemburuan sosial bagi Guru-guru yang tidak kena, sehinggga mereka menduga jika ada kesepakatan yang terjadi antara pihak Dinas dengan penerima.

“Padahal itu sangat tidak benar adanya, kami tidak pernah meminta kepada para penerima untuk dipotong Dacil nya”, kata Muhammad Syukur di Mamasa Jumat 20 Desember 2019.

Syukur bilang, setelah mendengar informasi adanya dugaan potongan Dacil bagi guru-guru dirinya mengecek seluruh pegawai yang ada di lingkup Disdikbud, namun tidak benar adanya.

Pihaknya meminta agar informasi yang kurang jelas seperti itu dikonfirmasi langsung kebenarannya sebelum melempar issu yang sesungguhnya tidak benar adanya. Sehingga tidak terkesan menjadi fitnah.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Mamasa, Reskianto Taula’bi Kia mengatakan, pihaknya belum mengetahui kebenaran dari informasi tersebut. Apalagi adanya dugaan komitmen antara guru-guru dan pihak terkait.

Reskianto bilang, sejauh ini belum ada guru yang melapor secara resmi terkait adanya komitmen ataupun pungutan liar, dari hak-hak mereka.

Sehingga kata Reskianto, hal ini belum dapat diproses dikarenakan informasinya belum begitu jelas. Khawatir issu tersebut hanya sifatnya provokasi saja.

“Kecuali ada laporan secara resmi disertai bukti-bukti barulah kami dapat proses”, pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini