Muhammad Tasrif (tengah), alumnus SMA 1 Polewali Angkatan 92, kini Anggota DPRD Sulawesi Barat. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polman – Masih ingat sepotong cerita dalam buku, Chairul Tanjung, Si Anak Singkong? Yang salah satu kisahnya menyebutkan pemilik usaha Trans Group ini ‘kembali’ ke sekolahnya? Dia kembali dalam arti yang sesungguhnya.

Dalam buku itu dikisahkan, pengusaha kaya Indonesia itu kembali membantu pembangunan sekolahnya, baik SMP dan SLTA, tempatnya sekolah dulu. Tak hanya itu, Chairul juga mengajak sealumnusnya untuk bergabung dalam usaha yang dibangunnya. Para koleganya itu ia tempatkan di bagian sesuai keahliannya masing-masing. Ini luar biasa. Patut dicontoh. Layak dibanggakan.

Di Sulawesi Barat ini, tiga legislator kita hendak “meniru” Chairul Tanjung. Siapa mereka? Muhammad Tasrif, Anggota DPRD Sulawesi Barat. Dan, dua lagi dari DPRD Polewali Mandar: Andi Raden Mulyo dan Muhammad Yusuf Tato.

Ketiga legislator muda ini adalah alumnus SMA Negeri 1 Polewali Mandar angkatan 92. Mereka mengaku kepada laman transtipo.com beberapa waktu lalu bahwa akan berpartisipasi membantu sekolah tempatnya menimba ilmu tempo hari.

“Saya yang kini di duduk di DPRD Sulawesi Barat dan dua rekan saya di DPRD Polewali Mandar, sepakat ingin membantu sekolah kami,” kata Muhammad Tasrif yang diamini oleh dua rekannya ini, di Warkop A’Tong, Pekkabata, Polewali, beberapa waktu lalu.

“Kami bertiga ini dulu sama-sama Jurusan Sos 3, dan waktu itu wali kelas kami pak Mas’sid Saleh. Kami berutang budi pada beliau ini sehingga tergerak hati kami untuk turut berpartisipasi dalam mengembangkan sekolah itu yang kini dipimpin oleh Muhammad Faisal,” urai Tasrif lagi.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Polewali Mandar Andi Raden Mulyo, “Kami berupaya agar rekan kami yang di DPRD Sulawesi Barat bisa memperjuangkan program bantuan ke sekolah kami ini. Sementara saya dengan M. Yusuf Tato akan berupaya menambah bantuan pembangunan lewat APBD Polewali Mandar,” kata Andi Raden Mulyo.

Muhammad Yusuf Tato, salah satu alumnus SMAN I Polewali, “Kami juga akan mencoba melakukan pendekatan ke pihak pengelola sekolah, apa yang bisa kita bantukan. Kami punya banyak kesan selama di sana. Salah satunya, dulu kami suka bolos. Wali kelas tegur, namun teguran itu jadi motivasi kami bertiga untuk belajar. Untuk itulah, kami ingin lebih dekat dengan pembina di SMAN I Polewali agar kita bertiga bisa sesuai kebutuhan sekolah.”

Melalui sambungan telepon, Kepala SMAN I Polewali Muhammad Faisal mengatakan, “Para alumni di sejumlah angkatan, sudah ada yang membantu seperti panggung pentas seni, lapangan olahraga, dan computer. Kami berharap alumni yang mau membantu, untuk saat ini kami butuh gedung alumni yang bisa difungsikan sebagai tempat kegiatan siswa,” harap Muhammad Faisal.

BURHANUDDIN HR

 

TINGGALKAN KOMENTAR