Foto bersama pengurus PBSI se-Sulbar dengan panitia pelaksana Muskerprov 2017 di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Jumat, 13 Oktober 2017. (Foto: Arisman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Salah satu cara meningkatkan kemampuan atlit bulutangkis di Sulbar adalah dengan cara datangkan pelatih bersertifikasi nasional.

Cara inilah yang ditempuh oleh Pengurus Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) Provinsi Sulbar. Hal itu disampaikan oleh Ketua PBSI Sulbar Arman Salimin saat mengikuti Musawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) PBSI 2017, Jumat, 13 Oktober, kemarin.

Muskerprov yang diikuti oleh seluruh pengurus ini dilaksanakan di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, 12-14 Oktober.

Menurut Arman Salimin, kami di PBSI harus punya mimpi besar. “Kita tahu daerah kita adalah derah yang baru, dan masih jauh dari prestasi dibandingkan dengan daerah lain,” katanya.

Tapi meski begitu, kata Arman, kita tidak mesti berkecil hati karena kita memiliki banyak potensi atlit bulutangkis.

“Kalau kita melihat sejarah, kita pernah memiliki atlit—dari Sulbar saat ini—yang mewakili Sulsel dulu di tingkat nasional. “Jadi kami optimis olahraga bulutangkis di Sulbar akan maju,” kata Arman.

Kepada sejumlah wartawan, Arman jelaskan, salah satu yang dilakukan oleh PBSI Sulbar adalah akan mengirim altit yang berprestasi belajar di luar Sulawesi, misalnya ke Jawa. Namum, Arman bilang, “Butuhkan dana yang besar.”

Hitung-hitungan Arman, dikalkulasi jika sekolahkan ke luar untuk 1 atlit saja misalnya, butuh dana maksimal Rp 6 juta setiap bulan.

Nah, dengan melihat kalkulasi biaya yang besar itulah, solusi Arman Salimin, maka lebih baik kita datangkan pelatih berstandar nasional. “Kita ancang-ancang pelatih itu adalah Muh. Aras Razak, mantan juara dunia junior 1988,” sebut Arman.

Pelatih nasional yang disebut Arman di atas, telah teken kontrak selama setahun ke depan. “Jika prestasinya bagus, ya kami akan perpanjang di tahun 2018,” katanya.

Selain semberdaya pemain, tambah Arman, hal lain yang perlu dibenahi adalah prasarana: pemondokan atau pengkarantiaan atlit.

“Itu juga penting. Kalau kita ingin berprestasi bukan hanya skilnya yang dibutuhkan, termasuk gizinya dan kesehatannya juga diperhatikan,” sebut Arman lagi.

Semua itu sangat berkorelasi pada dana yang tak sedikit. Karena itu, Arman bilang, “Selain dari sponsor kami juga butuh kerja sama yang baik dengan para orang tua atlit. Karena tanpa dukungan dari orang tua mustahil dapat berjalan dengan baik.”

Apa prestasi atlit bulutangkis Sulbar selama ini? Jawab Arman, sejak awal 2014 kami targetkan atlit bulutangkis Sulbar harus mampu berbicara di tingkat nasional. “Dan, alhamdulilah pada 2015 lalu atlit kita telah tembus Kejurnas dengan beroleh juara 2,” aku Arman.

Berbekal juara di tingkat nasional itu, Arman pun sesumbar, “Saya selaku Ketua PBSI Sulbar berharap ke depan ada atlit kita yang menjadi pemain nasional,” tutup Arman Salimin.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR