Dafa Sang Juara, Pecatur Cilik Mateng Rengkuh 3 Medali

815
Muhammad DAFA Riski Muntasa Putra Ruli (kanan), peraih medali emas catur kategori yunior-C, Muhammad Afdal Al Gibran (kirj), peraih medali perunggu di kategori grup putra yunior-B, dan Rano Syamsil, sang ayah Afdal. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sehari-hari saya menyibukkan diri untuk dua pekerjaan berbeda: menjadi Wartawan online dan layani pelanggan di sebuah warung kopi (Warkop) sederhana di kota Topoyo, Mamuju Tengah (Mateng).

Di warkop yang kami kelola bersama istri, Kurniati, itulah kerap ditempati para kawula muda di Topoyo main olah raga otak, catur.

Sejak beberapa tahun lalu, para pecatur handal di Mateng kadang berkumpul di warkop kami untuk sekadar latihan bahkan bertanding catur.

Dengan momen itulah Dafa mulai pula mengenali papan catur dan ia sesekali main di atas kotak hitam putih itu. Lalu, Dafa menjadi atlet yang sesungguhnya. Sebuah perjalanan yang begitu cepat.

Anak lelaki saya yang sulung, Muhammad Dafa Riski Muntasa Putra Ruli — akrab disapa Dafa — masuk dalam tim atlet catur kontingen Mateng pada Pekan Olah Raga Provinsi 1V Sulawesi Barat yang dihelat di Mamuju, 16 s.d. 23 Desember 2022.

Dafa yang baru 11 tahun, masih duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar Ngapaboa, Topoyo, mengagetkan seisi aula Kantor Bupati Mamuju, 18 Desember, saat ia keluar sebagai peraih medali emas.

Cabor Catut Mateng menyumbangkan 12 medali pada ajang Porprov IV Sulawesi Barat di Mamuju, 16 s.d. 23 Desember 2022. (Foto: Istimewa)

Setelahnya, atlet catur Mateng untuk kategori Junior C dan kategori Catur Cepat, Dafa kembali mendulang medali perak dan perunggu.

Tiga pita melingkar telah dikalungkan ke leher si bocah Dafa.

Kepada media, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Mateng, Muhammad Rusdi bangga melihat prestasi atlet catur di Porprov ke-4 ini, termasuk kepada si bocah Dafa.

“Mereka telah berjuang membawa nama baik daerah Mateng,” ujar Muhammad Rusdi di Mamuju, Senin, 19 Desember.

Muhammad Rusdin beri apresiasi khusus kepada Dafa. Ia bilang, dia (Dafa) atlet junior, pembinaannya tak begitu lama namun mampu bersaing dengan daerah lain.

Menurut Rusdi, Dafa ini baru muncul, sangat singkat dibina namun hari ini (Minggu-Senin) luar biasa dapat meraih emas di kelasnya.

Ia yakin banyak anak-anak di Mateng yang memiliki kelebihan sama yang dimiliki Dafa.

Kepada saya, bapaknya, Dafa mengaku hasil yang ia peroleh di ajang bergengsi level provinsi ini tak lepas dari bimbingan dan doa kami bersama ibunya.

Saya memang antar ke Mamuju, dan setiap berangkat bertanding saya selalu antar bersama ibunya. Sebelum turun arena ia selalu cium tangan.

“Setiap mau berangkat tanding selalu cium dulu tangan orang tua, minta doa,” Dafa jujur.

Sejak mengenal catur yang diperkrnalkan oleh ayahnya, minat Dafa pada permainan catur kian menjadi, bahkan sudah jadi hobynya.

“Kalau pemain dunia yang kusuka Magnus Carlsen,” ujarnya. Grand Master dunia itu berasal dari negara Norwegia.

Dafa tak mau sesumbar mau jadi apa kelak, ia hanya bilang bahwa catur ini hoby.

Tercatat, Kabupaten Mateng untuk cabang olah raga (cabor) catur berhasil menyabet 12 medali: 1 emas, 4 perak, dan 7 perunggu.

Medali itu diperolah dari kategori catur standar, cepat, kilat junior-C, beregu mix putri, perorangan putri junior-B, dan beregu putra junior-C.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini