Pengusaha nasional asal Mamasa Haji Zainal Tayeb (kiri), Tatoa', Mamasa, Jumat sore, 9 September 2016. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Di hadapan Bupati Mamasa, pengusaha nasional asal Mamasa ini bilang, “Pak Bupati, di Kabupaten Mamasa saat ini harus digalakkan kembali tanam kopi,” kata Zainal Tayeb atau yang lebih akrab disapa Jenol.

Hari ini, Jumat sore, 9 September 2016, Jenol sengaja keluar dari kamar hotel tempatnya menginap lalu jalan kaki ke salah sebuah rumah di Tatoa, Mamasa, untuk menjumpai kerabatnya sekalian minum kopi dan santap pisang goreng hangat.

Bekas pengusaha perak di Pulau Bali yang kini menggeluti bisnis hotel di Indonesia ini, mengajak kru transtipo.com untuk ngopi bareng di Mamasa, sore ini.

Di tengah keasyikan Jenol berbagi kisah pada laman ini, Bupati Mamasa Ramlan Badawi datang dan bergabung di rumah salah seorang kerabat pemilik Mirah Siver Boxing Camp di Denpasar ini.

Kepada Ramlan, Haji Zainal Tayeb bercerita soal cara pandang warga Mamasa belakangan ini. “Sekarang ini warga Mamasa berlomba-lomba ingin jadi PNS. Tidak ada yang mau merintis usaha,” kata Jenol yang diamini bupati Ramlan.

“Dulu dinda, ada teman saya punya kebun kopi yang luas. Pas anak-anaknya jadi PNS, kopinya sudah tidak ada, bahkan kebun kopinya sudah berpindah tangan. Nah, kesempatan ini saya sampaikan pada pak Bupati. Di Banyuwangi, Jawa Timur, saya bisa fasilitasi untuk penyediaan bibit kopi. Biar ribuan bibit,” kata Jenol beri janji pada Bupati Mamasa.

Haji Ramlan, yang duduk di samping kanan Jenol, menyambut baik apa yang disampaikan lelaki 60 tahun yang berambut gondrong ini.

Simak tulisan berikutnya tentang kiprah, pemikiran, dan obsesi Zainal Tayeb yang dikisahkan kepada laman ini.

ZULKIFLI/ANDI ARWIN/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR