Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuriah (kanan), Hotel Arya Duta, Jakarta, Jumat, 12 Mei 2017. (Foto: Anhar)

TRANSTIPO.com, Jakarta – Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuriah, di awal perbincangan menyebut, “Ini akhir dari tahapan penyelenggaraan Pilgub Sulbar 2017. Tentu kita berharap prosesi pelantikan dan peresmian ini akan berjalan lancar.”

Memang, seusai pelantikan Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeni Anwar sebagai Gubernur Sulbar dan Wakil Gubernur Sulbar periode 2017 – 2022 di Istana Negara, Jakarta, 12 Mei 2017, Usman Suhuriah beri beberapa keterangan kepada laman ini.

Perbincangan ini berlangsung di sebuah cafe di Hotel Arya Duta, Jakarta, Jumat sore, 12 Mei.

Menurut Usman, peresmian dan pelantikan gubernur terpilih setelah ditetapkan oleh pleno KPU Sulbar beberapa waktu yang lalu, tentu tidak akan berhenti sebagaimana seremoni yang sakral ini.

Tapi, dengan seremoni ini, akan lebih banyak dimaknai sebagai awal untuk bekerja di era pemerintahan baru Sulbar.

“Ini star awal untuk memacu roda pemerintahan di sulbar. Kita tahu bahwa esensi pelaksanaan Pilgub adalah mekanisme pemilihan untuk memilih calon sesuai perhitungan suara terbanyak atau mayoritas,” kata Usman.

Dan, masih menurut hemat Usman, esensi itu mengarahkan pada kita bahwa pemerintahan yang segera mengembang amanah suara rakyat ini, akan lebur menjadi satu tanpa ada lagi pemilahan adanya suara pendukung dan bukan pendukung.

“Hal itu menjadi konsekwensi dari sistem pemilihan yang mengendepankan konsensus maupun kesepakatan bahwa pada akhirnya semua pihak akan memberikan dukungan sepenuhnya,” jelas Usman.

“Nah, poin yang di atas itu, adalah hal yang paling penting,” kata Usman, serius.

Mantan Ketua KPU Polman ini menjelaskan, Okeh karenanya kita sangat yakin bahwa pelantikan ini akan terikat kembali kebersamaan untuk Sulbar.

“Nilai penting ini yang harus didorong bersama. Nilai ini yang dapat dipelajari bahwa berdemokrasi itu ada faksi, namun setelah semua proses itu berakhir maka masyarakat akan kembali normal tanpa faksi,” urai Usman Suhuriah.

Hal lain, katanya, karena tahapan pelantikan hari ini (Jumat, 12 Mei, red), tentu kita sebagai penyelenggara Pilgub menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada seluruh pihak, terutama bagi pemerintah daerah dan seluruh jajarannnya. Berterima kasih pula kepada seluruh jajaran pemerintah kabupaten se-Sulbar.

Usman juga bilang, berterima kasih kepada jajaran Forkopimda, kepada Penjabat Gubernur Sulbar, Kapolda Sulbar, Danrem, Kabinda, dan instansi teknis lainnya atas partisipasinya dalam penyelenggaraan Pilgub Sulbar 2017.

“Dan secara khusus, seluruh jajaran penyelenggara Pilgub, baik di tingkat KPU kabuapaten, PPK, PPS dan KPPS, termasuk jajaran petugas pendaftaran pemilih atas kerja kerasnya selama ini,” kata Usman.

Selain itu, Usman juga sampaikan, tentu juga karena ini perhelatan yang dilaksanakan dalam waktu relatif lama dan melibatkan banyak pihak yang mungkin saja terdapat kesalahan, maka pada kesempatan ini mewakili lembaga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.

“Semoga pemerintahan yang baru di Sulbar ini benar-benar akan merealisasikan seluruh pernyataan visi misinya, sebagaimana yang telah disampaikan dalam pelaksanaan kampanye dulu,” tutup Usman Suhuriah.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR