URGENSI REVOLUSI MENTAL BAGI ASN

562

Oleh: JUMAIL

Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar. Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.

 Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar.

Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.

*****

SALAH satu tujuan revolusi mental adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian yang kuat melalui pembentukan nilai-nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

Untuk mencapai Indonesia yang maju, makmur dan sejahtera serta mandiri diperlukan manusia-manusia yang unggul dengan pendidikan yang baik, memiliki keahlian dan keterampilan, menguasai teknologi, pekerja keras, mempunyai etos kemajuan, selalu bersikap optimis, berpikir kreatif dan inovatif, serta memiliki nilai-nilai luhur yaitu gotong royong, toleransi, solidaritas, saling menghargai dan menghormati.

Secara spesifik revolusi mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bermuara pada tiga nilai esensial revolusi mental yaitu:

Integritas. Dapat diartikan sebagai kesesuaian antara apa yang dikatakan dengan apa yang diperbuat, berkata dan belaku jujur, dapat dipercaya, berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran, moral dan etika.

Dengan integritas  tinggi yang dimiliki ASN akan dapat mencapai visi misi lembaga dan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dalam menjalankan fungsinya sebagai pelayan publik.

Etos kerja. Dapat diartikan sebagai sikap yang berorientasi pada hasil yang terbaik, semangat tinggi dalam bersaing, optimis dan selalu berpikir kreatif dan inovatif.

Gotong royong. Dapat diartikan sebagai sebuah keyakinan mengenai pentingnya melakukan kegiatan bersama-sama (tindakan kolektif) dan bersifat sukarela agar lebih cepat, efektif dan efisien.

Ruang lingkup revolusi mental sejalan dengan Nawacita dan terbagi dalam tiga kelompok sesuai dengan Trisakti, yaitu kedaukatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan.

Nilai-nilai esensi revolusi mental bagi ASN tertuang dalam Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014. ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip:

Nilau dasar; Kode etik, Komitmen-integritas moral dan tanggung jawab pada pelayaban publik, Kompetensi yang diperlukan sesuai denfan bidang tugas, Kualifikasi akademik, Jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas, Profesionalitas jabatan, dan Kepastian hukum.

Mamuju, Sabtu, 10 September 2016

TINGGALKAN KOMENTAR