Kepala Kpw BI Sulbar Dadal Angkoro (kedua kiri) tengah beri penjelasan saat berlangsung konferensi pers di Banking Hall Kpw BI Sulbar, Mamuju, Senin, 13 Mei 2019. (Foto: Arisman)

TRANSTIP0.com, Mamuju – Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar konferensi pers pada Senin, 13 Mei 2019, terkait kebutuhan uang tunai periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2019.

Konferensi pers ini digelar di Banking Hall Kpw BI Sulbar yang dipandu oleh Kepala Kpw BI Sulbar Dadal Angkoro ditemani Tri Ady Riyanto. Hadiri sejumlah awak media: cetak, elektronik, dan online.

Dalam pemaparannya Dadal Angkoro mengatakan, berdasarkan data historis dari tahun ke tahun, pada periode Ramadhan dan Idul Fitri selalu terjadi lonjakan permintaan dan kebutuhan uang tunai.

Kondisi ini, menurut Dadal Angkoro, terjadi pula di Sulbar dimana terjadi lonjakan permintaan uang tunai pada bulan Ramadhan pada umumnya. Dan, sebut Dadal, ini terjadi karena tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan sehari-hari dalam merayakan Ramadhan dan tahun baru.

“Berdasarkan estimasi yang dilakukan Bank Indonesia setelah berkoordinasi dengan perbankan, kebutuhan uang tunai masyarakat Sulbar pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 2019 diperkirakan mencapai Rp950 miliar,” ungkap Dadal Angkoro.

Masih menurut Dadal Angkoro, estimasi kebutuhan uang tunai tersebut diperkirakan meningkat dibandingakan bulan Ramadhan tahun lalu yaitu sebesar Rp909 miliar.

Hal itu terjadi, sebut Dadal, karena dipengaruhi beberapa hal, di antaranya antisipasi tunjangan hari raya (THR) bagi ASN dan pensiunan, kemudian beroperasinya pusat pembelanjaan (Mall Matos).

Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai periode Ramadhan dan Idul Fitri 2019, pihak Kpw BI Sulbar telah mempersiapkan lima strategi pelayanan yaitu:

Pertama, BI Provinsi Sulbar mempersiapkan persediaan uang pemenuhan kebutuhan uang tunai sebesar Rp1,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kedua, BI Provinsi Sulbar akan mengoptimalkan distribusi uang melalui layanan kas titipan di Polewali Mandar dan kas titipan di Pasangkayu.

Ketiga, BI Provinsi Sulbar kerjasama dengan 12 bank di Sulbar untuk menyediakan layanan penukaran uang tunai.

Keempat, BI Provinsi Sulbar jemput bola dengan menyediakan layanan kas keliling di pusat-pusat keramaian.

Kelima, BI Provinsi Sulbar menyediakan layanan penukaran uang di kantor BI dengan konsep drive thru, dimana layanan ini akan dimulai pada hari Rabu, 15 Mei 2019 pada setiap hari kerja hingga tanggal 29 Mei 2019.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita siapkan uang tunai sebesar Rp1,5 triliun, dimana persedian uang tunai tersebut naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya yakni sebesar Rp1,3 triliun,” tutup Dadal Angkoro.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR