Peserta Seminar dalam Rangka HUT TNI ke-71 di Auditorium Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 4 Oktober 2016. (Foto: Andi Arwin)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Mengulas kembali sejarah TNI, tentang perjuangan membela tanah air, tentang berkibarnya Sang Saka Merah Putih, tentang kemerdekaan Republik Indonesia. Tonggak-tonggak itu adalah sejarah harum Tentara Nasional Indonesia.

Hal semua itu diurai dalam seminar dan saresehan Hari Ulang Tahun TNI ke-71 yang dilaksanakan di Auditorium Lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 4 Oktober 2016.

Seminar dan saresehan ini menghadirkan pembicara tamu, yakni Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA (mantan Menko Kesra RI) dan Arqam Azikin, intelektual muda Indonesia timur masa kini.

Pada seminar ini juga dihari oleh tokoh formal penting, seperti Anwar Adnan Saleh, Hamzah, Kolonel Inf Tandyo Budi R, Brigjen Pol Lukman Wahyu Harianto, Ismail Zainuddin, Andi Mappangara, Mayor Inf Sahabuddin, Dandim se-Sulbar, bupati dan perwakilan bupati se-Sulbar, pimpinan SKPD lingkup Pemprov Sulbar dan SKPD Pemkab se-Sulbar, mahasiswa dan pelajar di Mamuju.

Danrem 142/Tatag Kolonel Inf Tandyo Budi dalam sambutannya, mengatakan, saresehan ini adalah salah satu rangkaian HUT TNI yang ke-71, dimana kita akan melakukan kegiatan-kegiatan di tengah-tengah masyarakat.

“Kita akan memberikan gambaran kepada Indonesia bahkan kepada dunia, bahwa TNI hebat dan tangguh, olehnya itu TNI tak berjuang sendiri melainkan harus bekerjasama untuk mempertahankan NKRI,” kata Tandyo Budi.

Menurut Tandyo Budi, TNI bersama rakyat, TNI sahabat rakyat. Slogan itu yang selama ini dibangun oleh TNI kepada masyarakat. Perjuangan TNI dan komponen masyarakat lainnya itu tak bisa dipisahkan sampai kapan pun.

“Demokrasi yang berkembang saat ini dari tahun ke-tahun sangat luar biasa.
Saya sudah sepakat dengan Kapolda Sulbar untuk mengamankan demokrasi yang akan kita laksanakan ke depannya di Sulbar,” tutup Budi.

Tujuan kemerdekaan Indonesia merdeka adalah kesejahtraan seluruh rakyat Indonesia. Itulah yang dikatakan oleh Anwar Adnan Saleh saat mengawali sambutannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada TNI dan Polri, selama 10 tahun saya memimpin Sulbar lancar dan aman dalam melaksanakan pembangunan karena adanya pengamanan dan pengawalan oleh TNI dan Polri,” aku Anwar.

Lanjut Anwar, Sulbar akan kembali melaksanakan pergantian pemerintahan. Melalui saresehan ini, Anwar berharap banyak dan mengapresiasi pernyataan Danrem bahwa siap mendukung Polri dalam pengamanan Pilgub 2017.

“Sulbar akan kembali melaksanakan pergantian pemerintahan, olehnya itu saya sangat mengapresiasi pernyataan Danrem yang mengatakan bahwa akan mendukung secara penuh Polri dalam pengamanan Pilgub Sulbar,” kata Anwar.

ANDI AWIN

TINGGALKAN KOMENTAR