Pj. Gubernur Sulbar Carlo B. Tewu saat memimpin pertemuan di Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, beberapa waktu lalu. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Tim Saber Pungli yang telah terbentuk di Sulbar diharapakan dapat bergerak ke seluruh kabupaten dan menjangkau pelosok desa yang ada di enam kabupaten di Sulbar.

Konsentrasinya adalah pengawasan program pemerintah pusat tahun 2016, khususnya Dana Desa. Hal itu dikemukakan oleh Pj. Gubernur Sulbar Carlo B Tewu saat mengadakan rapat dengan Tim Saber Pungli baru-baru ini di Ruang Oval Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar.

“Tim saber harus bisa segera bergerak ke enam kabupaten yang ada di Sulbar, serta dapat menjangkau daerah pelosok pedesaan yang terpencil sekalipun guna mencegah kebocoran aliran Dana Desa. Salah satu mekanisme yang harus ditempuh dengan melakukan monitoring via telegram,” jelas Carlo.

Pertemuan tersebut membahas bagaimana mengefektifkan Tim Saber Pungli yang telah dibentuk di Sulbar sebagai tindak lanjut amanah dari pemerintah pusat. Ada dua permasalahan yang menjadi penekanan Carlo B Tewu pada kesempatan tersebut, yakni pungutan liar yang ada di sekolah-sekolah dan aliran Dana Desa.

“Oleh karena itu kita sama-sama mengawasi program pemerintah pusat, bagaimana caranya kita memberdayakan aparat di desa dan polsek-polsek,” tandas Carlo Tewu.

Alumni Akpol tersebut juga mengemukakan bahwa semua stakeholder harus bekerja secara maksimal di seluruh wilayah dan harus melibatkan pemerintah kabupaten.

Carlo juga berpesan, dalam pengaplikasikan tugas hendaknya menggunakan mekanisme yang telah digunakan Polri dalam melakukan pengawasan. Salah satunya dengan memberdayaan aparat desa dan kecamatan setempat.

“Kita lakukan pengawasan terhadap pembangunan, yang kita lakukan merupakan  program yang telah ditetapkan pemerintah pusat, pemprov, dan pemkab,” kata Carlo lagi.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemprov Sulbar saat ini berupaya melakukan pencegahan penyelewengan Dana Desa sehingga harus dilakukan pengawasan melalui monitoring dan menyiapkan Posko Tim Saber Pungli di desa-desa.

“Kegiatan tersebut diharapkan bisa berjalan terus menerus agar pengumpulan data bisa berjalan dengan maksimal, paling tidak inspektorat menemukan beberapa data mengenai penyelewengan Dana Desa sehingga ada tolak ukur keberhasilan. Sistem monitornya silahkan mau pake hp, laptop, atau internet. Kita sangat berharap bisa mendapatkan data dari inpektur, berapa persen penyelewengan Dana Desa melalui monitoring ini sehingga ada tolak ukur keberhasilan,” harap Carlo, serius.

Terkait anggaran 2017, Carlo memerintahkan kepada Inspektorat Pemprov Sulbar segera melakukan pendataan. Itu bertujuan agar Tim Saber Pungli segera mengawasi pembangunan yang tidak sesuai speksifikasi yang telah ditentukan oleh Pemprov, sebelum lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi ambil tindakan.

“Daripada kita ditangkap KPK yang tidak ada ampunnya, Saber Pungli masih bisa kita gunakan utuk memberikan pembelajaran kepada penyelenggara ini,” tegas Carlo B Tewu.

FARID/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR